https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Masih Bercokol di Selatan, Israel Langgar Kesepakatan dengan Lebanon

Mutiul Alim | Minggu, 26/07/2026 22:05 WIB



Rumah warga Lebanon hancur akibat serangan Israel (Foto: AP)

Beirut, Jurnas.com - Militer Lebanon mengecam aktivitas tentara Israel yang terus berlangsung di wilayah selatan negara itu, yang menghalangi pengerahan penuh pasukannya berdasarkan kesepakatan kerangka kerja yang dicapai kedua negara pada bulan lalu.

"Pasukan pendudukan Israel melanjutkan serangan dan pelanggaran mereka terhadap pemahaman saat ini dan hukum internasional melalui penghancuran sistematis dan perataan rumah-rumah dengan buldoser, pemboman, dan penyisiran dengan senjata otomatis di beberapa wilayah selatan," kata pernyataan militer dikutip dari Arab News pada Minggu (26/7).

"Kelanjutan dari serangan-serangan ini menghalangi pengerahan penuh tentara sesuai dengan kesepakatan saat ini dan mencegah kembalinya penduduk ke desa dan kota mereka," keterangan itu menambahkan.

Baca juga :
Hizbullah Ancam Tutup Bandara Imbas Larangan Terbang Pesawat Iran

Di bawah perjanjian yang disponsori Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani bulan lalu, tentara Lebanon harus melucuti senjata Hizbullah dan militer Israel harus menarik diri dari zona percontohan, lalu pasukan Lebanon akan dikerahkan.

Kesepakatan itu muncul lebih dari tiga bulan setelah Hizbullah menarik Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah dengan tembakan roket ke Israel sebagai dukungan untuk Teheran, yang memicu serangan udara besar-besaran Israel dan invasi darat yang menurut pihak berwenang Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang.

Baca juga :
Presiden Lebanon Ogah Kompromi dengan Israel Terkait Kedaulatan

Tentara Lebanon juga menuduh tentara Israel melepaskan tembakan di dekat posisi tentara di Kfar Tibnit, Nabatieh Al-Fawqa, dan Zawtar Al-Gharbiya, yang menghambat pelaksanaan misinya.

Meskipun kekerasan telah menurun sejak penandatanganan memorandum AS-Iran bulan lalu mengenai konflik regional, serta kesepakatan kerangka kerja Lebanon-Israel, Lebanon terus melaporkan serangan dan tembakan artileri Israel yang terputus-putus di selatan, serta peledakan gedung-gedung di desa-desa wilayah selatan.

Baca juga :
AS-Iran Memanas, Lebanon dan Israel Kembali Berunding

Pekan ini, tentara Lebanon mulai dikerahkan ke Zawtar Al-Gharbiya, salah satu zona percontohan di bawah perjanjian kerangka kerja tersebut, dan dalam beberapa hari terakhir penduduk setempat mulai memeriksa rumah-rumah mereka di sana.

Diketahui, pengerahan militer di wilayah selatan merupakan ujian utama bagi pemerintah, di tengah penolakan Hizbullah untuk melucuti senjatanya.

Dalam sebuah pertemuan pekan ini dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Presiden Lebanon Joseph Aoun menekankan kebutuhan mendesak penarikan penuh Israel dari wilayah Lebanon.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Israel vs Lebanon Joseph Aoun Kesepakatan Lebanon Israel Militer Hizbullah

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777