https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dialog dengan Ribuan Mahasiswa, Tiga Menteri ini Bagi-bagi Laptop dan Tabungan

Rizki Ramadhan | Sabtu, 07/07/2018 15:58 WIB



Para mahasiswa ini hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dan Menteri Sosial, Idrus Marham Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Sandjojo, bersama menteri pariwisata Arief Yahya dan menteri sosial Idrus Marham mengelar dialog Nasional 15 “Indonesia Maju” di Mataram NTB (7/7/2018) Foto:Dody/humas Kemendesa PDTT.

Mataram - Lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) padati Convention Hall Lombok Raya Hotel, Mataram, NTB, Sabtu (7/7). Para mahasiswa ini hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dan Menteri Sosial, Idrus Marham.

Tak hanya berdialog, tiga menteri ini juga membagi-bagikan sejumlah laptop dan puluhan tabungan berisi juta rupiah kepada puluhan mahasiswa yang hadir.

Dalam dialog tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan peran mahasiswa dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Partisipasi mahasiswa dapat dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Baca juga :
Revitalisasi Kearifan Lokal Sebagai Wahana Perdamaian Desa

"Nah partisipasi dari mahasiswa ini penting sekali untuk melakukan KKN. benevitnya apa dari KKN, kalian (mahasiswa) bisa melihat potensi yang sangat besar di Indonesia," ujarnya.

Ia berharap, dalam KKN tematik tersebut para mahasiswa dapat menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat desa dengan melakukan berbagai pendampingan. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Ia mengakui, masih banyak masyarakat di desa yang membutuhkan berbagai pendampingan seperti dalam memanajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca juga :
Mendes Eko Berharap Indonesia-Malaysia Kian Menguatkan

Program-program di desa hanya akan berhasil kalau kita lakukan pendampingan. Kalau melakukan pelatihan biayanya akan sangat mahal," ujarnya.

Menteri Eko mengatakan, pendampingan demi peningkatan sumber daya manusia di desa sangat penting untuk membantu mengatasi kesenjangan. Sebab semakin meningkatnya kesenjangan kaya dan miskin, akan berpotensi besar menimbulkan gejolak sosial.

Baca juga :
Pembangunan Pertanian China Bisa Jadi Inspirasi Pegiat Desa

"Pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa dikurangi kemiskinan akan menimbulkan gejolak sosial. Yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan gap antara yang kaya dan miskin," ujarnya.

Terkait pertimbuhan ekonomi Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai negara besar harus bergerak cepat demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, persaingan bukan persoalan besar atau kecilnya sebuah negara, namun lebih pada persoalan siapa cepat memakan yang lambat

"Indonesia sekarang tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan dunia. Pariwisata Indonesia tumbuh 22 persen," ujarnya

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes Eko Putro Sandjojo Arief Yahya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777