https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Trend Penyakit Lupus Ancam Perempuan Usia Produktif

Redaksi | Selasa, 08/05/2018 17:07 WIB



LES dikenal sebagai Media Briefing penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES) di Ditjen P2P Kemenkes RI, Selasa (8/5).(Foto : Istimewa)

Jakarta - Angka kejadian penyakit tidak menular (PTM) setiap tahunnya terus meningkat, di antaranya adalah penyakit lupus. Lupus atau penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan substansi asing (non-self) dengan sel dan jaringan tubuh sendiri (self). Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.

World Health Organization (WHO) mencatat jumlah penderita lupus di dunia hingga saat ini mencapai 5 juta orang, dan setiap tahunnya ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) online 2016, terdapat 2.166 pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit lupus.

"Tren ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan 2014, dengan ditemukannya 1.169 kasus baru. Tingginya angka kematian akibat lupus perlu mendapat perhatian khusus karena 25 persen atau sekitar 550 jiwa meninggal akibat lupus pada 2016," jelas dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementeriaan Kesehatan RI di Jakarta, Selasa (8/5).

Baca juga :
WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

Sebagian besar penderita lupus adalah perempuan dari kelompok usia produktif (15-50 tahun), meski begitu lupus juga dapat menyerang laki-laki, anak-anak, dan remaja. Data SIRS Online 2016 menunjukkan proporsi pasien rawat inap lupus berjenis kelamin laki-laki mengalami peningkatan dari 48,2 persen pada 2014 menjadi 54,3 persen pada 2016.

"Sementara pasien lupus berjenis kelamin perempuan mengalami penurunan dari 51,8 persen menjadi 45,7 persen," kata dr. Asjikin.

Baca juga :
7 Makanan Bergizi yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Lupus terdiri dari beberapa macam jenis, salah satu jenis yang paling sering dirujuk masyarakat umum adalah Lupus Eritematosus Sistemik (LES). LES dikenal sebagai "Penyakit Seribu Wajah" merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis yang hingga kini belum jelas penyebabnya.

"LES juga memiliki sebaran gambaran klinis yang luas serta tampilan perjalanan penyakit yang beragam, sehingga seringkali menimbulkan kekeliruan dalam upaya mengenalinya. LES dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan hingga parah," jelas dr. Asjikin.

Baca juga :
Lebanon Laporkan 2.969 Orang Tewas Akibat Serangan Israel Sejak Maret

Meski hingga kini faktor risiko LES belum diketahui secara jelas, namun faktor genetik, imunologik dan hormonal, serta lingkungan diduga memegang peran penting sebagai pemicu.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

penyakit lupus autoimun sehat sakit Kemenkes P2P

Terkini | Minggu, 14/06/2026 14:03 WIB

Terpopuler

Kamis, 11/06/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

Peringatan Hari Bermain Sedunia, Ini Sejarah dan Tujuannya

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Jum'at, 12/06/2026 03:03 WIB
Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777