https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

MPR Sebut Ada Upaya Mengulang Strategi Politik Kolonial

Supianto | Sabtu, 14/04/2018 13:30 WIB



Ada upaya mengulang dan mempraktikkan strategi politik kolonial dahulu yang disebut politik adu domba Ahmad Basarah bersama Bupati Aceh Tengan Shabela Abubakar dan Ketua PA GMNI Aceh, Yunadi HR

Aceh - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Basarah melihat ada upaya mengulang dan mempraktikkan strategi politik kolonial dahulu yang disebut politik adu domba. Politik pecah belah itu saat ini terjadi terutama antara golongan Nasionalis dan Islam.

Begitu disampaikan saat menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR bekerjasama dengan Persatuan Alumni GMNI Provinsi Aceh yang bertempat di Gedung UMI, Takengon, Aceh Tengah, Jumat, (13/4).

"Seolah olah ada pembelahan, ada dikotomi,  segregasi dan gesekan antara dua golongan itu yang berpotensi sangat kuat menimbulkan konflik sosial yang panjang" kata Basarah.

Baca juga :
GMNI Jaktim: Teror Aktivis Bukan Kriminal Biasa, Ini Ancaman Politik!

Menurut Baskara, yang akrab dengan panggilan Basarah, dilihat dari sejarahnya justru bangsa Indonesia lahir, dibangun dan diperkuat atas kombinasi dan kerjasama antara golongan Nasionalis dan Islam. Antara Nasionalisme dan Islam atau antara golongan Islam dan Nasionalis ibarat dua rel kereta api yang harus selalu berdampingan dan beriringan.

Jika salah satu rel tersebut patah, lanjut Basarah, maka akan membuat kereta Republik Indonesia akan jatuh dan terguling. Maka antara rel Nasionalisme dan Islam harus bersatu. jangan sampai mau diadu domba oleh kekuatan tertentu yang memang ingin menghancurkan NKRI.

Baca juga :
Legislator PDIP Soroti Pentingnya Percepatan RUU BPIP

"PA GMNI dan GMNI Aceh harus memperkukuh persatuan, begitu juga dengan ormas ormas lain. GMNI harus bisa menjadi pelopor kaum pergerakan nasionalis yang religius. Sehingga, bangsa dan negara ini tidak akan pernah bubar jika kunci persatuan di antara semua elemen bangsa terus dipelihara dan diperkukuh" terang Basarah.

Untuk diketahui, acara ini juga dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Tagore Abubakar, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Ketua DPRK Aceh Tengah Naldin, Wakapolres Aceh Tengah dan tokoh alim ulama dan organisasi kepemudaan lainnya.

Baca juga :
Kecam Tragedi Pejompongan, GMNI Tuntut Keadilan Gugurnya Affan Kurniawan
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warata MPR Ahmad Basarah GMNI

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777