https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sebelum Meninggal, Stephen Hawking Sudah Prediksi Akhir Dunia

Redaksi | Senin, 19/03/2018 13:36 WIB



Teori ini menuai umpan balik dari rekan-rekan, beberapa di antaranya mempertanyakan mengapa Hawking menemukan gagasan menarik. Kosmolog, fisikawan dan penulis terkenal Stephen Hawking memiliki IQ yang luar biasa yakni 160

Jakarta - Fisikawan ternama, Stephen Hawking menyerahkan sebuah makalah penelitian yang memprediksi akhir dunia dan bagaimana ilmuwan bisa mendeteksi bukti alam semesta lain, hanya dua minggu sebelum kematiannya. Profesor Hawking meninggal dunia pada Kamis(15/03) di usia 76 di rumahnya di Cambridge.

Tapi sekarang telah terungkap bahwa jenius itu bekerja sampai kematiannya, menyerahkan pekerjaan terakhirnya dua minggu yang lalu. Menurut Profesor Thomas Hertog, fisikawan terkenal di dunia `akan memenangkan Hadiah Nobel` untuk makalah penelitian yang dia selesaikan dari ranjang kematiannya.

Dilansir Sunday Times, karya terbarunya mempertanyakan sebuah isu yang telah mengganggu profesor selama 35 tahun.
Makalah bernama "A Smooth Exit from Eternal Inflation" juga meramalkan bagaimana alam semesta kita akhirnya akan memudar menjadi gelap saat bintang-bintang kehabisan energi.

Baca juga :
Ilmuwan Selaraskan 13.000 Spin Nuklir, Fondasi Baru Internet Kuantum Aman
Sebelumnya dalam buku "no boundary theory", yang dirancang bersama James Hartle pada tahun 1983, menggambarkan bagaimana bumi meluncur ke dalam keberadaan selama Big Bang.

Namun teori tersebut juga meramalkan multiverse yang berarti fenomena tersebut disertai oleh sejumlah `Big Bangs` lainnya yang menciptakan alam semesta yang terpisah.

Baca juga :
Rusia Jatuhkan Hukuman 14 Tahun Penjara kepada Pakar Hipersonik
Teori ini menuai umpan balik dari rekan-rekan, beberapa di antaranya mempertanyakan mengapa Hawking menemukan gagasan menarik.

Carlos Frenk, profesor kosmologi di Universitas Durham, sepakat bahwa sebelumnya tidak mungkin untuk mengukur alam semesta lainnya.

Baca juga :
Ilmuwan Bom Termonuklir Rusia Tewas Bunuh Diri
"Gagasan yang menarik di kertas Hawking adalah bahwa [multiverse] meninggalkan jejaknya pada radiasi latar yang menembus alam semesta kita dan kita dapat mengukurnya dengan detektor pada pesawat ruang angkasa. `

Frenk berpendapat bahwa menemukan bukti alam semesta lainnya benar-benar dapat mengubah persepsi kita tentang tempat kita di alam semesta.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Stephen Hawkings Fisikawan Akhir Dunia

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777