https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketua MPR Minta Dana Abadi Pendidikan Tak Perlu Disimpan

Mutiul Alim | Kamis, 07/12/2017 11:39 WIB



Lebih baik digunakan seluruhnya untuk membiayai mahasiswa dan dosen, belajar ke luar negeri. Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan (Dok. MPR RI)

Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menilai dana abadi pendidikan, yang saat ini didepositokan untuk beasiswa, tidak perlu disimpan. Dana abadi sejumlah Rp20 triliun hingga Rp25 triliun itu, menurut Zulkifli, lebih baik digunakan seluruhnya untuk membiayai mahasiswa dan dosen, belajar ke luar negeri.

“Kita jangan investasi uang. Ada dana untuk beasiswa, itu kita habiskan untuk menngupgrade dosen dan mahasiswa, dikirim ke luar negeri. Dengan begitu, ada ratusan ribu orang yang bisa kita sekolahkan,” kata Zulkifli usai mengisi Simposium Pendidikan di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (7/12).

“Kalau uang kan lama-lama tidak ada nilainya, kalau investasi SDM, nanti pas pulang itu luar biasa manfaatnya bagi bangsa,” sambungnya.

Baca juga :
Tingkatkan Mutu Pendidikan, PGRI Dorong Guru Adaptif Hadapi Perubahan

Sebagai perbandingan, Ketua MPR meminta Indonesia mencontoh Tiongkok dan Malaysia. Kedua negara itu, mampu mengirim mahasiswa dan dosen ke luar negeri, jauh lebih banyak dari Indonesia.

“Sewaktu saya pergi ke Rusia, di sana ada 5.000 mahasiswa dari Malaysia. Apalagi dari Tiongkok, ada banyak listrik. Sedangkan Indonesia cuma 300. Dari 300 itu pun, yang beasiswa cuma sedikit,” ujarnya.

Baca juga :
Beasiswa BIB Kemenag Buka Jalur Akselerasi, Ini Jadwal-Link Pendaftarannya

Zulkifli menambahkan, Indonesia sebenarnya sudah cukup baik dalam hal pengalokasian anggaran untuk pendidikan. Anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, dinilai jauh di atas negara-negara lain.

“Saya pernah berkunjung ke Amerika Latin, dan saya tanya berapa anggaran pendidikannya? Ternyata rata-rata kecil. Peru hanya 2-3 persen, Brasil 5 persen, sedangkan kita dijamin 20 persen. Jauh lebih maju dibanding negara lain,” tuturnya.

Baca juga :
Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia

Karena itu, menurut Zulkifli, hal yang harus dilakukan oleh insan pendidikan di Indonesia ialah implementasi, supaya memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan nasional.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Pendidikan Beasiswa

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777