https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kekuatan Serangan Roket BM-21 Kamboja terhadap Thailand

Vaza Diva | Minggu, 27/07/2025 22:30 WIB



Sistem rudal BM-21 Grad memiliki jangkauan tembak standar sekitar 20 kilometer Ilustrasi - Militer Kamboja menembakkan roket ke arah Thailand pada Kamis 24 Juli 2025 (Foto: Tangkapan layar via X)

Jakarta, Jurnas.com - Hubungan antara Kamboja dan Thailand kembali memanas setelah terjadi bentrokan bersenjata yang menjadi yang paling serius dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Militer Kamboja tiba-tiba meluncurkan serangan roket artileri menggunakan sistem BM-21 Grad ke posisi militer Thailand, yang berada di sekitar area Candi Preah Vihear dan Ta Muen Thom, memicu respons keras dari Bangkok.

Serangan ini menggunakan sistem roket lanjutan BM-21 Grad buatan Soviet, dengan peluncur 40 tabung kaliber 122 mm yang dipasang di truk militer.

Baca juga :
Thailand Pangkas Durasi Bebas Visa 90 Negara, Termasuk Israel

Setiap kendaraan dilaporkan dapat membawa dan meluncurkan 40 roket dalam waktu hanya 20 detik, dengan roket yang memiliki panjang sekitar 2,87 meter dan berat lebih dari 66 kilogram, serta membawa hulu ledak fragmentasi tinggi yang dapat menghancurkan area luas dalam sekejap.

Sistem BM-21 Grad memiliki jangkauan tembak standar sekitar 20 kilometer. Namun, dengan penggunaan roket yang lebih modern atau versi peningkatan, seperti roket 9M28F atau varian dari Tiongkok dan Korea Utara, jangkauannya dapat diperpanjang hingga 30-40 kilometer.

Baca juga :
Positif Narkoba, Masinis Tabrakan Maut di Bangkok Jadi Tersangka

Meski tidak memiliki kemampuan presisi tinggi, BM-21 terkenal dengan efek saturasi-nya, yang mampu membanjiri area target dengan puluhan ledakan secara serentak.

Keunggulan lain dari BM-21 adalah kemampuan manuver-nya. Sistem ini dipasang di truk, sehingga dapat dengan cepat berpindah lokasi setelah melakukan penembakan.

Baca juga :
Dinosaurus "Titan Terakhir" Ditemukan di Thailand

Hal ini memungkinkan shoot and scoot, teknik di mana sistem ini bisa cepat menembak dan segera menghindar dari serangan balasan.

BM-21 biasa digunakan untuk menghantam posisi musuh di garis belakang, seperti kamp logistik, titik konsentrasi pasukan, depot amunisi, dan jalur suplai.

Selain itu, sistem ini juga digunakan untuk membombardir wilayah luas dengan tujuan menciptakan kekacauan atau menekan pergerakan musuh. Namun, dalam perang urban, penggunaan BM-21 harus hati-hati karena daya ledaknya yang besar dapat membahayakan warga sipil.

Sistem BM-21 telah diproduksi secara luas dan dimodifikasi oleh berbagai negara, termasuk Tiongkok, Korea Utara, dan Iran, serta negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Kamboja.

Beberapa negara bahkan mengembangkan versi BM-21 yang dilengkapi sistem kontrol tembakan yang lebih modern, memungkinkan koordinasi yang lebih akurat dan efisien di medan perang.

Walaupun dikembangkan lebih dari 60 tahun lalu, BM-21 tetap menjadi salah satu sistem artileri yang sangat ditakuti. Efek kejut, volume tembakan, dan mobilitasnya menjadikan BM-21 sebagai senjata favorit, terutama di negara-negara dengan keterbatasan dalam sistem roket berpemandu. Dalam konflik perbatasan atau perang asimetris, BM-21 menawarkan daya gempur besar dengan biaya operasional yang relatif rendah.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Roket BM-21 Kamboja Thailand Asia Tenggara Konflik Perang

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 04:06 WIB

Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

Olahraga

Presiden Persija: Staf Pelatih Musim Depan Ditentukan Shin Tae-yong

Olahraga

Fokus Juara, Persija Depak Tujuh Pemain Asingnya Musim Lalu

Ekonomi

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

Humanika

Begini Urutan Memotong Kuku Sesuai Sunnah Rasulullah agar Berpahala

News

ASDP Salurkan Rp 1 Miliar Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Budaya Bali

News

MUI Minta Hukuman Pelaku LGBT Lebih Berat dari Perzinaan

News

Gandeng LAN, Kemnaker Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja

News

Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

News

Iran Kembali Blokir Selat Hormuz, Kapal Diminta Menunggu

News

63.813 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Spirit Kemabruran

News

Meski Saling Serang, Perundingan AS-Iran Dikabarkan Terus Berjalan

News

Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia

News

Demo Cipayung Plus, Desak Pencopotan Menkeu hingga Tolak Kenaikan Harga BBM

News

Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

News

Wamenperin: Industri Tekstil Kokoh Hadapi Gejolak Rupiah dan Pasar Modal

News

Kemendagri Usul Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi

News

Kejagung: Hery Susanto Terima Rumah Terkait Korupsi Tambang Nikel

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777