https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Oxford Sukses Hubungkan Chip Kuantum Lewat Teleportasi

Agus Mughni | Senin, 30/06/2025 22:05 WIB



Pertama kalinya, Oxford berhasil menemukan Quantum Teleportation, langkah enam kaki menuju superkomputer masa depan Ilustrasi Oxford Sukses Hubungkan Chip Kuantum Lewat Teleportasi (Foto: PortalIndonesia)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah perlombaan membangun komputer kuantum yang andal, para peneliti kini menempuh jalur tak terduga: bukan lagi mengerahkan ribuan qubit dalam satu mesin, melainkan membagi beban kerja ke beberapa chip kecil dan menghubungkannya lewat teleportasi kuantum.

Ya, teleportasi — bukan dalam arti memindahkan benda secara fisik, melainkan memindahkan keadaan kuantum antar qubit yang terpisah ruang, menggunakan keterikatan kuantum (entanglement) dan sedikit data klasik.

Pendekatan ini baru saja dibuktikan oleh tim peneliti dari Universitas Oxford, yang berhasil menghubungkan dua chip kuantum terpisah sejauh hampir dua meter dan menjalankan gerbang logika antar keduanya. Ini bukan sekadar demonstrasi laboratorium, melainkan tonggak menuju arsitektur distributed quantum computing — sebuah cara baru merakit komputer kuantum skala besar.

Baca juga :
Bersama Quantum Akhyar, Mendes Harap Kabupaten Serang Kembalikan Kejayaan Banten

Teleportasi Kuantum Jadi Tulang Punggung Baru

Dalam sistem tradisional, menambah jumlah qubit berarti menambah kompleksitas eksponensial dalam pengendalian dan koreksi kesalahan. Stabilitas runtuh saat sistem tumbuh. Pendekatan Oxford membalik logika ini: biarkan chip tetap kecil, tetapi saling terhubung seperti otak manusia yang tersusun dari banyak neuron kecil.

Teleportasi kuantum memungkinkan satu qubit "mentransfer jati dirinya" ke qubit lain di tempat berbeda tanpa harus dipindah fisik. Hal ini menghindari gangguan lingkungan yang selama ini membuat qubit begitu rapuh.

Baca juga :
Panpsikisme: Apakah Kesadaran Ada di Mana-Mana, Bahkan di Atom?

Dalam eksperimen ini, tim menggunakan sepasang qubit jaringan (yang jago berkomunikasi lewat cahaya) dan sepasang qubit sirkuit (yang memproses data). Setelah keterikatan dibentuk, teleportasi berhasil menjembatani kedua chip, seolah-olah mereka berada dalam satu sistem.

Dari Satu Gerbang ke Jaringan Komputer Kuantum

Lebih dari sekadar bukti konsep, tim Oxford membuktikan keandalan teleportasi ini dengan menjalankan algoritma Grover — teknik pencarian kuantum — melalui gerbang logika yang didistribusikan. Hasilnya? Akurasi 71%, cukup mengesankan untuk perangkat keras awal, dan sebagian besar kesalahan berasal dari ketidaksempurnaan lokal, bukan dari proses teleportasi itu sendiri.

Baca juga :
Loki Musim 2, Perangkat Victor Timely Berhubungan dengan Time Chair Quantumania

Mereka juga berhasil menjalankan operasi SWAP dan iSWAP tanpa memindahkan ion dari tempatnya, memperkuat argumen bahwa jarak tidak lagi menjadi kendala utama dalam komputasi kuantum.

Fleksibilitas Jadi Kunci: Rakit, Upgrade, Ganti

Dengan memisahkan chip secara fisik, arsitektur ini memungkinkan perbaikan atau penggantian modul tanpa harus membongkar sistem pendingin ultra-dingin yang biasanya sebesar lemari pakaian. Ini bukan sekadar kemudahan teknis — ini adalah syarat mutlak untuk membangun pusat data kuantum yang bisa bertahan puluhan tahun.

“Fleksibilitas seperti ini bukan fitur tambahan, tapi fondasi dari arsitektur yang bisa tumbuh,” kata Dougal Main, fisikawan utama dalam riset ini.

Menuju Internet Kuantum

Apa yang terjadi di Oxford adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. Eksperimen serupa pada 2020 sudah membuktikan bahwa keterikatan kuantum bisa dikirim sejauh 43 kilometer melalui serat optik standar. Kini, dengan teleportasi antar-chip yang sukses, blueprint untuk internet kuantum mulai terbentuk.

Bayangkan: sensor, simulator, dan sistem enkripsi saling terhubung lintas kota, bahkan benua, menggunakan keterikatan kuantum. Dunia di mana pengobatan presisi, pencarian data besar, dan komunikasi yang tak bisa disadap menjadi mungkin.

Apa Selanjutnya?

Tantangannya belum selesai. Fidelity teleportasi harus ditingkatkan, jumlah qubit per modul diperluas, dan proses penciptaan pasangan keterikatan harus diotomatisasi. Namun, dengan standar terbuka dan kerja sama antar lab, jalan menuju jaringan komputer kuantum modular kini terbuka lebar.

Membangun satu superkomputer raksasa mungkin terlalu rumit. Tapi membangun jaringan komputer kecil yang saling terhubung? Itu kini bukan mimpi lagi.

Penelitian lengkap ini telah diterbitkan di jurnal Nature. Sumber: earth.com (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Quantum Computing Quantum Teleportation Komputer Kuantum Oxford University

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 06:50 WIB

Humanika

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak Setiap 12 Juni, Ini Sejarahnya

Humanika

12 Juni 2026, Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

Olahraga

Presiden Persija: Staf Pelatih Musim Depan Ditentukan Shin Tae-yong

Olahraga

Fokus Juara, Persija Depak Tujuh Pemain Asingnya Musim Lalu

Ekonomi

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

Humanika

Begini Urutan Memotong Kuku Sesuai Sunnah Rasulullah agar Berpahala

News

ASDP Salurkan Rp 1 Miliar Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Budaya Bali

News

MUI Minta Hukuman Pelaku LGBT Lebih Berat dari Perzinaan

News

Gandeng LAN, Kemnaker Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja

News

Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

News

Iran Kembali Blokir Selat Hormuz, Kapal Diminta Menunggu

News

63.813 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Spirit Kemabruran

News

Meski Saling Serang, Perundingan AS-Iran Dikabarkan Terus Berjalan

News

Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia

News

Demo Cipayung Plus, Desak Pencopotan Menkeu hingga Tolak Kenaikan Harga BBM

News

Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

News

Wamenperin: Industri Tekstil Kokoh Hadapi Gejolak Rupiah dan Pasar Modal

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777