https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Era Keemasan Brasil Pernah Back-to-Back Juara Piala Dunia

Mutiul Alim | Kamis, 12/06/2025 07:01 WIB



Brasil pernah menjuarai Piala Dunia dua kali berturut-turut (back-to-back), pada edisi 1958 dan 1962. Ini merupakan prestasi langka yang hingga kini hanya mampu disamai oleh Italia era 1930-an. Legenda Brasil, Garrincha (Foto: Doknet/Facebook)

Jakarta, Jurnas.com - Sejak dulu kala, Brasil menjadi simbol dominasi absolut dalam sepak bola. Negara Amerika Selatan ini sukses menampilan permainan indah sejak dekade 1950-an hingga sekarang.

Namun tak banyak yang mengetahui bahwa Tim Samba pernah menjuarai Piala Dunia dua kali berturut-turut (back-to-back), pada edisi 1958 dan 1962. Ini merupakan prestasi langka yang hingga kini hanya mampu disamai oleh Italia era 1930-an.

Tahun 1958 di Swedia menjadi titik mula kebangkitan Brasil sebagai raja sepak bola dunia. Di bawah asuhan pelatih Vicente Feola, Brasil tampil gemilang lewat pendekatan taktik revolusioner yang disebut 4-2-4.

Baca juga :
Cedera Otot, Barcelona Kehilangan Raphinha Selama Sebulan

Sistem ini bukan hanya mengubah wajah permainan, tapi juga membuka jalan bagi bakat-bakat muda seperti Pelé yang masih berusia 17 tahun. Feola adalah sosok visioner yang percaya bahwa sepak bola tidak hanya soal kekuatan, tapi juga soal keberanian untuk mempercayai intuisi dan bakat murni.

Hasilnya? Brasil melibas tuan rumah Swedia 5–2 di final dan membawa pulang trofi emas untuk pertama kalinya dalam sejarah Selecao.

Baca juga :
Kaka Optimistis Timnas Brasil Bersinar di Tangan Ancelotti

Empat tahun berselang, giliran Chile menjadi saksi Brasil mempertahankan kejayaannya. Namun kali ini, cerita berubah. Vicente Feola mundur karena alasan kesehatan, dan tongkat kepelatihan jatuh ke tangan Aymoré Moreira.

Beban di pundak Moreira cukup berat kala itu, yakni mempertahankan gelar tanpa memiliki pemain berbakat seperti Pelé. Sang bintang muda terpaksa meninggalkan turnamen lebih awal akibat cedera.

Baca juga :
Thiago Silva Masih Bermimpi Bisa Main di Piala Dunia 2026

Namun Moreira punya senjata lain. Dia membangun permainan tim yang bertumpu pada kreativitas Garrincha, seorang winger lincah dengan dribel luar biasa.

Dalam turnamen ini, Garrincha menjelma jadi jantung permainan Brasil, mencetak gol-gol krusial, dan membawa negaranya menaklukkan Cekoslowakia 3–1 di partai puncak.

Yang membuat kisah ini semakin istimewa ialah kenyataan bahwa Brasil berhasil mencetak sejarah dengan dua pelatih berbeda. Italia memang lebih dulu meraih dua gelar dunia berturut-turut pada 1934 dan 1938, namun mereka melakukannya di bawah asuhan Vittorio Pozzo.

Sementara itu, Brasil menunjukkan bahwa kejayaan bisa diwariskan dan dilanjutkan dengan karakter yang berbeda, asalkan filosofi permainannya tetap dijaga.

Kisah Brasil pada 1958 dan 1962 bukan sekadar rangkaian kemenangan. Ini adalah fase ketika sepak bola Brasil benar-benar mengukuhkan identitasnya di panggung dunia sebagai tim yang tak hanya menang, tapi juga memikat hati lewat gaya bermain.

Dengan generasi emas yang dihuni pemain-pemain ikonik, serta pelatih yang mampu meramu taktik dengan presisi dan insting, Brasil menjelma menjadi kekuatan yang tak tertandingi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Back-to-Back Piala Dunia Timnas Brasil Fakta Unik Sepak Bola

Terkini | Rabu, 17/06/2026 06:59 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777