https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

6 Intrik Nakal Ini Dinilai Ampuh Merusak Penalti Lawan

Mutiul Alim | Minggu, 08/06/2025 16:01 WIB



Dalam pertandingan-pertandingan penting, banyak penjaga gawang atau pemain lawan yang menggunakan segala cara agar si penendang penalti kehilangan konsentrasi. Pemain lawan menganggu eksekutor penalti (Foto: AFP/Getty Images)

Jakarta, Jurnas.com - Tendangan penalti kerap menjadi penentu hasil pertandingan, dari level liga domestik hingga final turnamen besar dunia. Namun, keberhasilan mencetak gol dari titik putih bukan cuma soal teknik, melainkan juga duel mental antara penendang dan penjaga gawang.

Di sinilah muncul berbagai cara nakal untuk mengganggu fokus penendang, baik secara halus maupun terang-terangan.

Dalam pertandingan-pertandingan penting, banyak penjaga gawang atau pemain lawan yang menggunakan segala cara agar si penendang kehilangan konsentrasi. Beberapa tindakan masih dalam batas toleransi aturan, sementara lainnya nyaris melanggar sportivitas.

Baca juga :
Kocak, Pemain Ini Dikartu Merah gegara Pipis di Botol

Berikut enam intrik paling nakal yang biasa digunakan untuk mengacaukan penalti lawan:

1. Gerakan Psikologis Kiper

Salah satu metode paling klasik adalah aksi kiper yang bergerak ke kanan-kiri secara agresif, melompat-lompat, atau membuka tangan lebar untuk mengintimidasi.

Sejumlah penjaga gawang, termasuk Emiliano Martínez bahkan lebih ekstrem. Dia dikenal suka menatap tajam mata lawan sambil memberi komentar menyindir. Dalam Copa América 2021, Martinez sukses memprovokasi Yerry Mina hingga gagal mengeksekusi penalti.

Baca juga :
7 Fakta Unik Chelsea, Raja London yang Nyaris Bangkrut

2. Permainan Bola dan Delay

Sebelum bola ditendang, kiper sering menggunakan bola untuk mengulur waktu, mulai dari mengelapnya terlalu lama, melempar ke arah lain, atau bahkan membiarkannya bergulir menjauh.

Delay seperti ini membuat penendang kehilangan ritme. Dalam beberapa laga Liga Champions, kiper terlihat sengaja melakukan delay hingga wasit memberi teguran. Tindakan seperti ini bisa membuat lawan frustrasi hanya dalam hitungan detik.

Baca juga :
Kuda Hitam, Sejak Kapan Istilah Ini Digunakan Sepak Bola?

3. Mengganggu Titik Penalti

Ada juga pemain lawan yang dengan sengaja mengacak rumput di titik penalti. Dengan cara menginjak, menggali, atau menekan tanah, mereka mencoba menciptakan kondisi yang tidak stabil bagi bola.

Tak jarang saat penalti hendak dilakukan, ada insiden bek lawan sengaja menciptakan cekungan kecil tepat di bawah bola untuk mengganggu eksekusi.

4. Komentar Sinis atau Bisikan Provokatif

Ini tak kalah mengganggu. Komentar seperti `kau akan gagal` atau `aku tahu ke mana kau akan menendang` sering dilontarkan oleh kiper atau pemain belakang. Emiliano Martínez kembali menjadi contoh populer.

Komentar-komentar pendek namun tajam itu efektif menurunkan keyakinan lawan. Bahkan Lionel Messi pun pernah jadi korban provokasi dalam laga El Clasico, meski tetap mencetak gol.

5. Mengelilingi Penendang

Beberapa pemain lawan sengaja berdiri dekat dengan penendang sebelum eksekusi, bahkan mencoba memulai percakapan atau menyentuh bahunya. Meski akhirnya diperingatkan wasit untuk menjauh, momen itu cukup untuk menciptakan tekanan tambahan.

6. Minta Ganti Kiper Menit Terakhir

Langkah ekstrem tapi pernah terjadi. Pelatih mengganti kiper tepat sebelum adu penalti demi menimbulkan ketegangan baru. Contohnya adalah saat Louis van Gaal memasukkan Tim Krul pada menit ke-120 dalam laga Belanda vs Kosta Rika di Piala Dunia 2014. Krul sukses menepis dua penalti dan menyelamatkan Belanda.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tendangan Penalti Intrik Nakal Fakta Unik Sepak Bola

Terkini | Rabu, 17/06/2026 14:22 WIB

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

News

Optimalkan Pemberantasan TPPU, PPATK Usul Tambahan Anggaran Rp516,4 M

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Sebesar Rp66,1 Triliun untuk 2027

News

RS Harus Berikan Layanan Inklusif dan Berkualitas untuk Semua Kalangan

News

Dolfie Minta DJP Susun Klaster Penghasilan untuk Ukur Kesejahteraan Rakyat

News

Anggota DPR: Nobar Piala Dunia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan UMKM

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun di RAPBN 2027

News

Filipina Kucurkan Rp106,52 Miliar untuk Pemulihan Gempa Mindanao

News

Pengungsi Mulai Kembali ke Lebanon Menyusul Kesepakatan Iran-AS

News

Libur Sekolah, InJourney Airports Siap Layani 5,46 Juta Penumpang

News

Dua Lansia Terluka Akibat Kebakaran Rumah di Setiabudi Jaksel

News

Polisi Siapkan 4.576 Personel Gabungan Amankan Demo di Jakarta

Gaya Hidup

Studi: Alam Semesta Mengembang Lebih Cepat, Energi Gelap Masih jadi Misteri

News

Kenapa Kelahiran Nabi Muhammad Tidak Jadi Penanda Tahun Baru Islam?

News

Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Tak Ada Perbaikan pada Sistem

News

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

News

Migas Rp2,6 T di Kawasan Transmigrasi, Kementrans: Rakyat Harus Ikut Untung

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777