https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Beep Test, Latihan yang Kerap Bikin Pesepak Bola Terkapar

Mutiul Alim | Minggu, 08/06/2025 15:01 WIB



Dalam dunia sepak bola profesional, ada satu jenis latihan fisik yang kerap membuat pemain jatuh tersungkur ke tanah, kelelahan, dan bahkan kadang muntah di lapangan. Namanya adalah beep test. Pemain menjalani latihan beep test (Foto: Science for Sport)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam dunia sepak bola profesional, ada satu jenis latihan fisik yang kerap membuat pemain jatuh tersungkur ke tanah, kelelahan, dan bahkan kadang muntah di lapangan. Namanya adalah beep test.

Latihan ini memang terlihat sederhana, yaitu berlari bolak-balik sejauh 20 meter mengikuti bunyi `beep`. Meski demikian, dampaknya sangat berat bagi daya tahan tubuh.

Beep test atau nama resminya Multistage Fitness Test (MSFT) telah digunakan sejak tahun 1980-an sebagai alat untuk mengukur kapasitas aerobik atau VO₂ max pemain.

Baca juga :
Kocak, Pemain Ini Dikartu Merah gegara Pipis di Botol

Bunyi beep akan terus terdengar dengan ritme yang semakin cepat, memaksa pemain untuk meningkatkan intensitas lari hingga akhirnya tak mampu lagi mengikuti tempo.

Latihan ini sangat populer dalam sesi pramusim klub sepak bola. Tujuannya bukan hanya untuk menguji kebugaran dasar, tetapi juga sebagai indikator seberapa siap seorang pemain menghadapi tuntutan fisik selama 90 menit pertandingan.

Baca juga :
7 Fakta Unik Chelsea, Raja London yang Nyaris Bangkrut

Berbagai klub besar seperti Manchester United, Juventus, hingga tim-tim nasional seperti Inggris dan Australia mengandalkan tes ini sebagai evaluasi utama kebugaran.

Pelatih fisik sering menggunakan hasil dari beep test untuk menyusun program latihan yang sesuai dengan kondisi tiap pemain. Mereka yang mencatat skor rendah akan mendapat latihan tambahan, sementara yang mencetak skor tinggi biasanya dinilai memiliki ketahanan optimal.

Baca juga :
Kuda Hitam, Sejak Kapan Istilah Ini Digunakan Sepak Bola?

Menurut FIFA Training Centre, angka VO₂ max tinggi sangat berkorelasi dengan kemampuan bertahan di pertandingan intens.

Namun, tantangan terbesar dari beep test bukan hanya fisik, melainkan mental. Seiring naiknya level, banyak pemain yang mulai kehilangan konsentrasi, panik dengan tempo, dan akhirnya menyerah bukan karena tubuhnya tidak mampu, tapi karena dorongan psikologis yang runtuh. Inilah yang membuat tes ini menjadi momok, bahkan bagi pemain profesional sekalipun.

Sejumlah media Inggris mencatat pemain-pemain muda di akademi Liga Premier tumbang saat menjalani tes ini. Dalam beberapa kasus, pelatih sengaja menjadikan beep test sebagai sesi terakhir latihan agar pemain `habis-habisan`. Hal ini menggambarkan betapa tes ini digunakan sebagai alat pembentukan karakter sekaligus seleksi alam di dunia sepak bola.

Di Indonesia, sejumlah klub Liga 1 juga mengadopsi beep test dalam pemusatan latihan. Tim pelatih biasanya menetapkan skor minimal bagi pemain utama sebagai syarat layak tampil di laga resmi. Beberapa klub bahkan mengumumkan hasilnya sebagai bentuk transparansi dan motivasi bagi pemain muda.

Meski terlihat seperti latihan sederhana, beep test adalah ujian komplet yang mengukur fisik, mental, dan komitmen pemain terhadap performa. Tak heran jika banyak yang menyebut bukan soal siapa yang tercepat, tapi siapa yang mampu bertahan paling lama. Di dunia sepak bola, daya tahan bisa jadi pembeda utama.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Beep Test Latihan Klub Fakta Unik Sepak Bola

Terkini | Rabu, 17/06/2026 14:22 WIB

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

News

Optimalkan Pemberantasan TPPU, PPATK Usul Tambahan Anggaran Rp516,4 M

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Sebesar Rp66,1 Triliun untuk 2027

News

RS Harus Berikan Layanan Inklusif dan Berkualitas untuk Semua Kalangan

News

Dolfie Minta DJP Susun Klaster Penghasilan untuk Ukur Kesejahteraan Rakyat

News

Anggota DPR: Nobar Piala Dunia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan UMKM

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun di RAPBN 2027

News

Filipina Kucurkan Rp106,52 Miliar untuk Pemulihan Gempa Mindanao

News

Pengungsi Mulai Kembali ke Lebanon Menyusul Kesepakatan Iran-AS

News

Libur Sekolah, InJourney Airports Siap Layani 5,46 Juta Penumpang

News

Dua Lansia Terluka Akibat Kebakaran Rumah di Setiabudi Jaksel

News

Polisi Siapkan 4.576 Personel Gabungan Amankan Demo di Jakarta

Gaya Hidup

Studi: Alam Semesta Mengembang Lebih Cepat, Energi Gelap Masih jadi Misteri

News

Kenapa Kelahiran Nabi Muhammad Tidak Jadi Penanda Tahun Baru Islam?

News

Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Tak Ada Perbaikan pada Sistem

News

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

News

Migas Rp2,6 T di Kawasan Transmigrasi, Kementrans: Rakyat Harus Ikut Untung

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777