https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Bulan Zulkaidah Disebut Bulan Apit di Jawa? Ini Penjelasannya

Agus Mughni | Rabu, 30/04/2025 16:24 WIB



Dalam kalender Jawa, Zulkaidah disebut sebagai Dulkangidah, namun masyarakat lebih akrab menyebutnya dengan nama bulan Apit atau Hapit. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada perpaduan antara kalender Islam dan budaya lokal yang kaya akan simbol dan makna Ilustrasi - Mengapa Bulan Zulkaidah Disebut Bulan Apit di Jawa? Ini Penjelasannya (Foto: Harapan Rakyat)

Jakarta, Jurnas.com - Zulkaidah atau Dzulqa’dah merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa. Dalam tradisi Islam, bulan ini termasuk ke dalam asyhurul hurum atau empat bulan suci yang dimuliakan, bersama dengan Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Keistimewaan bulan Zulkaidah ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36 yang menyatakan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, Allah telah menetapkan dua belas bulan, dan empat di antaranya diagungkan. Salah satunya adalah Zulkaidah, bulan yang di dalamnya dianjurkan untuk memperbanyak amal dan menjauhi permusuhan.

Namun di tanah Jawa, bulan Zulkaidah dikenal dengan sebutan berbeda. Dalam kalender Jawa, Zulkaidah disebut sebagai Dulkangidah, namun masyarakat lebih akrab menyebutnya dengan nama bulan Apit atau Hapit. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada perpaduan antara kalender Islam dan budaya lokal yang kaya akan simbol dan makna. Berikut ulasannya yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga :
Menikah di Bulan Zulkaidah? Ini Pandangan Islam hingga Klarifikasi Mitosnya

Nama "Apit" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "terjepit" atau "di antara". Penamaan ini bukan tanpa alasan, sebab bulan ini berada di antara dua hari raya besar umat Islam, yakni Idul Fitri di bulan Syawal dan Idul Adha di bulan Dzulhijjah.

Karena letaknya yang berada di antara dua momen sakral itu, masyarakat Jawa memaknainya sebagai masa jeda. Oleh sebab itu, selain disebut Apit, bulan ini juga dikenal dengan nama Selo, yang dalam bahasa Jawa berarti selingan atau istirahat.

Baca juga :
Ini Ibadah Sunnah di Bulan Zulkaidah, Yuk Amalkan

Makna transisional ini kemudian berkembang menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa, terutama di wilayah pantai utara Jawa Tengah seperti Semarang, Grobogan, dan Demak. Mereka melestarikan sebuah tradisi yang disebut sebagai Apitan, sebuah perayaan tahunan yang berlangsung di bulan ini.

Mengutip radisi Apitan mencerminkan keselarasan antara nilai religius dan budaya lokal. Kegiatan diawali dengan pembersihan makam leluhur secara bersama-sama, sebagai simbol penghormatan dan penyucian diri menjelang Idul Adha.

Baca juga :
Bulan Zulkaidah Disebut Bulan Apit di Jawa, Begini Asal Usul dan Maknanya

Setelah itu, masyarakat menggelar ritual Pala Pendem, yakni mengubur hasil bumi seperti singkong, ketela, atau palawija. Ritual ini merupakan bentuk syukur atas rezeki alam dan doa agar tanah tetap subur.

Puncaknya adalah tasyakuran dan doa bersama yang diikuti oleh seluruh warga. Momen ini tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Dengan demikian, bulan Apit bukan sekadar masa tunggu antara dua hari raya, melainkan ruang kontemplasi dan pelestarian warisan leluhur. Ia menjadi bukti bagaimana nilai Islam dapat hidup berdampingan dan menyatu dalam tradisi Jawa yang penuh makna. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bulan Zulkaidah Bulan Apit Kalender Jawa Tradisi Apitan

Terkini | Sabtu, 08/08/2026 18:15 WIB

Olahraga

Agen Gabriel Jesus Bantah Negosiasi Transfer ke Napoli

Olahraga

Roma Tak Kunjung Datangkan Striker, Pelatih Ngambek dan Tolak Wawancara

News

AS Nyatakan Perang Besar Lawan Kartel, Ini Target Pertamanya

Olahraga

Anti Drama, Liverpool dan Barcelona Sepakati Peminjaman Ronald Araujo

Olahraga

Lukaku Kembali Ditawari ke Fenerbahce, Klub Saudi Ikut Mengintai

Olahraga

AC Milan Ajukan Tawaran untuk Mantan Gelandang AS Roma

Olahraga

Usai Gagal Bajak Vinicius, Arsenal Targetkan Julian Alvarez

News

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Pencegahan Kecelakaan Kerja

Olahraga

Napoli Jajaki Peluang Gaet Benoit Badiashile dari Chelsea

Olahraga

Liverpool Kesulitan Boyong Barcola, PSG Ogah Turun Harga

Olahraga

Rashford Disebut Punya Kans Raih Ballon d`Or, Syaratnya Begini

Olahraga

Fiorentina Resmi Datangkan Winger Muda Real Madrid Franco Mastantuono

News

Dirjenpas Ekspor, Produk Coco Sheet Lapas Purwokerto Tembus Pasar China

Gaya Hidup

Purnama Sturgeon 28 Agustus 2026 Bertepatan dengan Gerhana Bulan Sebagian

News

PMA No 16/2026 Terbit, Ini Struktur Baru Ditjen Pesantren dan Ditjen Pendis

News

Binus University Perluas Akses Pendidikan AI ke Sejumlah Kota

News

Kepala BGN Bakal Tutup Permanen SPPG Tanpa SLHS hingga 10 Agustus

News

Gerhana Matahari 12 Agustus Nampak Bergerak Mundur? Ini Penjelasan NASA

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777