https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Neraca Perdagangan Suprlus, BI: Topang Ketahanan Ekonomi

Untung Subagja | Senin, 21/04/2025 18:05 WIB



Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal Gedung Bank Indonesia (Wikipedia)

Jakarta, Jurnas.com - Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2025 beri sentimen positif untuk topang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2025 tercatat surplus sebesar 4,33 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini naik jika dibandingkan Februari 2025 sebesar 3,10 miliar dolar AS.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Baca juga :
Bagaimana cara menghubungi Call center kopra by Mandiri cms

Lebih lanjut, surplus neraca perdagangan yang lebih tinggi ini terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat.

Neraca perdagangan nonmigas pada Maret 2025 mencatat surplus sebesar 6 miliar dolar AS, seiring dengan ekspor nonmigas yang meningkat menjadi sebesar 21,80 miliar dolar AS.

Baca juga :
Call center kopra by Mandiri

Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut didukung oleh ekspor komoditas berbasis sumber daya alam seperti bijih logam, terak, dan abu, serta nikel dan barang daripadanya, maupun ekspor produk manufaktur seperti besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Baca juga :
Layanan kopra by Mandiri

Adapun defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun menjadi sebesar 1,67 miliar dolar AS pada Maret 2025, sejalan dengan peningkatan impor migas yang lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bank Indonesia Neraca Perdagangan

Terkini | Kamis, 11/06/2026 20:47 WIB

News

Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

News

Iran Kembali Blokir Selat Hormuz, Kapal Diminta Menunggu

News

63.813 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Spirit Kemabruran

News

Meski Saling Serang, Perundingan AS-Iran Dikabarkan Terus Berjalan

News

Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia

News

Demo Cipayung Plus, Desak Pencopotan Menkeu hingga Tolak Kenaikan Harga BBM

News

Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

News

Wamenperin: Industri Tekstil Kokoh Hadapi Gejolak Rupiah dan Pasar Modal

News

Kemendagri Usul Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi

News

Kejagung: Hery Susanto Terima Rumah Terkait Korupsi Tambang Nikel

News

KPK Tetapkan 5 Tersangka Suap Hasil Audit BPK Muara Enim

Gaya Hidup

10 Tokoh yang Wajahnya Pernah Menghiasi Uang Dolar AS

News

KWP Gandeng BNI Salurkan Ribuan Paket Alat Tulis Jelang Masuk Sekolah

News

Komisi VII DPR Dorong Kenaikan Plafon KUR Jadi Rp350 Triliun pada 2027

News

Legislator PDIP Minta Dasar Kenaikan Harga Pertamax Dibuka

News

Ada Demo Tolak Kenaikan BBM, Jalan Merdeka Selatan Tersendat

News

Dasco: Buyback Saham Himbara Langkah Strategis di Tengah Pelemahan Pasar

Info Desa

Didukung Raffi, Mendes Kukuhkan 200 Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777