https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jalur Pendakian Senaru Gunung Rinjani Kembali Dibuka

Muhammad Habib Saifullah | Sabtu, 03/10/2026 10:32 WIB



Jalur pendakian Senaru Kabupaten Lombok Utara menuju Gunung Rinjani kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara Jalur pendakian Gunung Rinjani (Foto: Unsplash/Eugene Chow)

Jakarta, Jurnas.com  - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (TNGR) menyatakan jalur pendakian Senaru Kabupaten Lombok Utara menuju Gunung Rinjani kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara dampak kebakaran hutan di kawasan tersebut.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiarsito di Mataram, Sabtu mengatakan setelah melalui proses pemadaman kebakaran hutan serta evaluasi dan assessmen bersama stakeholder, jalur wisata pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani dinyatakan dapat dibuka kembali.

"Jalur pendakian Senaru dibuka kembali mulai 3 Oktober 2026," katanya.

Baca juga :
RI-Jepang Jajaki Sister Park, Menhut Tawarkan TN Kerinci hingga Rinjani

Ia menjelaskan pembukaan dilakukan setelah dipastikan kondisi api telah padam serta dilakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendakian demi keamanan dan keselamatan pengunjung.

"Para wisatawan yang akan melakukan pendakian bisa melakukan registrasi secara online melalui aplikasi eRinjani," ujarnya.

Baca juga :
Hore, Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka Mulai 28 Maret

Dengan dibukanya kembali jalur Senaru, lima jalur wisata pendakian TN Gunung Rinjani kembali beroperasi secara normal di antaranya Sembalun, Senaru, Tibanuh, Tetebatu, Aik Berik.

"Saat ini ada lima jalur pendakian yang dibuka," katanya.

Baca juga :
Asal Usul Nama Gunung Rinjani dan Legenda Dewi Anjani di Baliknya

Sebelumnya, kebakaran hutan di jalur pendakian Senaru dan Torean mengakibatkan kebakaran permukaan dengan bahan bakar hutan cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan, dedaunan kering, dan vegetasi bawah lainnya.

"Berdasarkan pemantauan sementara sampai 29 September 2026, luas areal terdampak mencapai 1.098,75 hektare dan tidak terdapat titik api baru/meluas," katanya.

"Angka masih estimasi sementara dan akan diperbarui berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi drone, dan verifikasi batas areal," ujarnya.

Ia mengatakan pemantauan kondisi kebakaran di kawasan tersebut dilakukan via drone dari jarak 350 meter. Titik api tersisa berupa pohon berdiri yang sudah terbakar sebelumnya, dalam kondisi terisolasi dan tidak merambat.

"Tim tetap siaga antisipasi penyalaan kembali. Pengawasan diperkuat via patroli dan pemeriksaan barang bawaan," katanya.

Kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, Gunung Rinjani Lombok tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gunung Rinjani Pembukaan Pendakian Balai TNGR

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777