https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menyusul Soekarno Hatta, Bandara Halim dan Radin Inten II Ditutup Sementara

Aliyudin Sofyan | Minggu, 06/09/2026 08:41 WIB



AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik Bandar udara Radin Inten II Lampung. Foto: hubud/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – AirNav Indonesia menyampaikan dua ruang udara ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Radin Inten II Lampung.

Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup berdasarkan NOTAM A3344/26 (NOTAMR A3341/26) sejak 6 September pukul 04.52 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 09.30 WIB.

Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan ditutup sementara melalui NOTAM A3345/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 07.20 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 10.00 WIB.

Baca juga :
Geger Dentuman di Bandung Raya, BMKG Pastikan Bukan dari Aktivitas Gempa

Bandara Radin Inten II juga ditutup sementara berdasarkan NOTAM B1123/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 04.18 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 08.00 WIB.

Airnav menjelaskan, penutupan sementara di tiga bandar udara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Baca juga :
Anak-anak dan Jurnalis Diserang di Taman Bermain Tepi Barat

Kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai perkembangan kondisi.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara intensif. Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan,” ujar EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro melalui keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Baca juga :
Iran Kecam Serangan AS terhadap Tiga Kapal Tanker Minyak

Hermana menjelaskan, melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi aeronautika diperbarui secara tepat waktu.

AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan dalam memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan informasi keselamatan penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

“AirNav Indonesia akan terus memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan,” ujarnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bandara Halim Radin Inten Hermana Soegijantoro

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777