https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

IAEA Temukan 73 Ton Uranium Tak Terlaporkan di Suriah

Muhammad Habib Saifullah | Rabu, 02/09/2026 17:01 WIB



IAEA melaporkan bahwa para inspekturnya menemukan 73 ton logam uranium alam tak terlaporkan di lokasi baru di Deir el-Zour, Suriah. Seorang anggota mantan kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham berjaga di dekat gambar Bashar al-Assad di Damaskus, Suriah, 23 Januari 2025. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa para inspekturnya menemukan 73 ton logam uranium alam tak terlaporkan di lokasi baru di Deir el-Zour, Suriah, menurut laporan rahasia IAEA yang didistribusikan kepada negara anggota dan ditinjau oleh The Associated Press.

Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menyatakan bahwa mantan otoritas Republik Arab Suriah di bawah kepemimpinan Bashar Assad telah membangun reaktor nuklir ilegal dan gagal melaporkan material, fasilitas, serta aktivitas nuklir sesuai ketentuan Perjanjian Pengawasan NPT.

"Mantan otoritas Suriah telah gagal melaporkan material, fasilitas, dan aktivitas nuklir sebagaimana diwajibkan dalam Perjanjian Pengawasan NPT," ujar IAEA dalam laporannya.

Baca juga :
Otoritas Suriah Temukan Penyelewengan Bank Rp130 Miliar Era Assad

Temuan IAEA mencakup bukti keberadaan reaktor nuklir yang sedang dibangun di Deir el-Zour, pabrik fabrikasi bahan bakar, serta lokasi yang digunakan untuk penyimpanan bahan bakar selama masa pemerintahan Assad.

IAEA menisbatkan seluruh aktivitas ini kepada mantan otoritas Republik Arab Suriah.

Baca juga :
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir

Menurut IAEA, Suriah menjalankan program nuklir rahasia berskala luas, termasuk reaktor yang dilaporkan dibangun dengan bantuan Korea Utara di provinsi Deir el-Zour bagian timur.

Setelah penggulingan Assad, pemerintah baru Republik Arab Suriah memberikan akses kepada inspektur IAEA ke lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai bekas situs nuklir.

Baca juga :
PBB Beri Ruang Diplomasi soal Nuklir kepada Iran, Batas Waktu Pekan Ini

Inspektur IAEA, sebagaimana dirinci dalam laporan tersebut, mengonfirmasi keberadaan 73 ton logam uranium alam di lokasi yang baru dideklarasikan itu, dengan seluruh material kini berada di bawah pengawasan dan isolasi ketat IAEA.

Sumber: Arabnews

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Uranium Suriah Badan Atom Internasional IAEA Suriah Bashar Al Assad

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777