Sekjen PBB, Antonio Guterres
Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk pembunuhan terhadap seorang penjaga perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) saat terjadi serangan di salah satu pos terdepan misi tersebut di Lebanon selatan, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Kamis.
Sebelumnya pada hari itu, UNIFIL mengumumkan bahwa salah satu anggota mereka tewas akibat luka kritis pada Kamis dini hari setelah sebuah mortir menghantam posisi di dekat Marjayoun di Lebanon selatan. Dua anggota lainnya kini dirawat.
"Sekretaris Jenderal mengutuk pembunuhan rekan penjaga perdamaian kami," kata jubir saat konferensi pers PBB.
"Ia (sekjen) menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kerabat almarhum, serta pemerintah dan rakyat Serbia. Sersan Milan Jovanovic semestinya berusia 37 tahun pada 6 Juni."
Dujarric mengatakan dua anggota yang terluka berasal dari Spanyol dan El Salvador, dan menurut penilaian awal dari pos pengamatan UNIFIL, posisi tersebut terkena tembakan tidak langsung yang berasal dari utara Sungai Litani.
Awal pekan ini, putaran pembicaraan langsung selanjutnya antara Lebanon dan Israel di tingkat duta besar digelar di Washington.
Kelompok Hizbullah menyatakan siap untuk mematuhi gencatan senjata, dengan syarat serangan Israel di seluruh Lebanon dihentikan.
Kendati pihak AS menyatakan kesepakatan gencatan senjata telah dicapai, Israel terus menggempur wilayah Lebanon.
Pada Kamis, Departemen Luar Negeri AS menginformasikan bahwa Israel dan Lebanon sepakat untuk menjalankan gencatan senjata dalam pembicaraan baru-baru ini di Washington yang dimediasi oleh AS. Disebutkan, gencatan senjata hanya akan berlaku jika Hizbullah menghentikan seluruh aksi militer dan menarik seluruh personelnya dari wilayah selatan Sungai Litani.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB