Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo (Foto: Ant)
Jakarta, Jurnas.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan sejumlah rute Transjabodetabek akan dilakukan penyesuaian tarif dalam bulan ini, salah satunya Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” jelas Pramono dii Jakarta Timur, Jumat, 4 Juni 2026.
Menurut dia, penyesuaian itu perlu dilakukan karena jumlah subsidi yang terlalu besar. Untuk itu, Pramono memutuskan segera menyesuaikan tarif Transjabodetabek di beberapa rute.
Kendati demikian, Pramono belum merinci rute mana saja yang akan dilakukan penyesuaian tarif tersebut.
Sebelumnya, pada 12 Maret 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
Pramono juga menargetkan penyesuaian tarif dilakukan dalam dalam tiga bulan sejak rute tersebut diresmikan.
Keputusan itu diambil karena Pramono mengakui beban subsidi yang dipikul Pemprov DKI untuk rute tersebut cukup besar.
Oleh sebab itu, Pemprov DKI berencana membahas tarif rute tersebut ke depannya dengan kisaran Rp10.000 atau Rp15.000. Namun, Pramono akan memutuskan tarifnya setelah rute tersebut beroperasi selama tiga bulan.
“(Alasannya) Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan, dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu nggak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” tutur Pramono.
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB