https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Serang Gaza, Israel Targetkan Panglima Militer Baru Hamas

Mutiul Alim | Sabtu, 16/05/2026 08:30 WIB



Militer Israel meluncurkan serangan udara berkekuatan besar di Jalur Gaza pada Jumat (15/5) kemarin, dengan target utama kepala sayap bersenjata Hamas Pemandangan drone menunjukkan kerusakan di permukiman, setelah penarikan pasukan Israel dari daerah tersebut, di Kota Gaza. REUTERS

Gaza, Jurnas.com - Militer Israel meluncurkan serangan udara berkekuatan besar di Jalur Gaza pada Jumat (15/5) kemarin, dengan target utama kepala sayap bersenjata Hamas, Izz al-Din al-Haddad.

Israel mengidentifikasi Haddad sebagai salah satu arsitek utama di balik serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang berkepanjangan selama dua tahun terakhir. Hingga saat ini, pihak Hamas belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi Haddad.

Haddad merupakan pejabat paling senior Hamas yang menjadi target operasi militer Israel sejak kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) pada Oktober lalu.

Baca juga :
Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza

Dia naik jabatan memimpin sayap militer Hamas di Gaza setelah komandan sebelumnya, Mohammad Sinwar, tewas dalam serangan Israel pada Mei 2025. Eskalasi mematikan ini terjadi di tengah kebuntuan negosiasi antara Israel dan Hamas terkait rencana pasca-perang yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan kerugian yang menimpa ribuan warga sipil serta tentara Israel," demikian bunyi pernyataan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, dikutip dari Reuters pada Sabtu (16/5).

Baca juga :
Israel Serang Sipil di Palestina, Empat Orang Tewas

Petugas medis dan saksi mata di lapangan melaporkan bahwa serangan udara pertama menghantam sebuah apartemen di lingkungan Rimal, Kota Gaza, yang menewaskan sedikitnya satu orang. Tak lama berselang, rudal kedua menyasar sebuah kendaraan di jalan raya terdekat.

Secara total, tim medis mengonfirmasi minimal tiga orang tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan udara tersebut, meski identitas para korban tewas masih diidentifikasi.

Baca juga :
Netanyahu Putuskan Tunda Penyerbuan ke Rafah

Dalam lima minggu terakhir, Israel dilaporkan terus mengintensifkan serangan di Gaza setelah menghentikan operasi pengeboman bersama AS di Iran. Fokus militer kini dialihkan kembali ke daerah kantong Palestina yang telah hancur tersebut, seiring dengan kekhawatiran intelijen Israel bahwa para pejuang Hamas mulai memperketat cengkeraman wilayah mereka kembali.

Meskipun kesepakatan Oktober lalu sempat menghentikan pertempuran skala besar, poin-poin menuju perdamaian permanen, termasuk penarikan penuh pasukan Israel, pelucutan senjata militan, dan rekonstruksi kota, masih menemui jalan buntu.

Saat ini, pasukan Israel masih menduduki lebih dari separuh wilayah Gaza, sementara sekitar 2 juta penduduk terpaksa bertahan hidup di sepanjang garis pantai yang sempit dengan tenda-tenda darurat. Otoritas kesehatan mencatat sekitar 850 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata Oktober dideklarasikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Israel Serang Gaza Izz al-Din al-Haddad Sayap Militer Hamas

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777