Suasana para peserta saat mengerjakan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Bantul (Foto: Ist)
Bantul, Jurnas.com - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Bantul berjalan lancar. Tes ini diikuti oleh 399 satuan pendidikan (366 Sekolah Dasar dan 33 Madrasah Ibtidaiyah) dengan peserta sebanyak 12.663.
Kesuksesan pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul dalam mengatasi berbagai tantangan merupakan buah dari sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Provinsi DIY.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan berjalan baik dengan dukungan koordinasi lintas pihak, meskipun terdapat kendala teknis yang dapat diantisipasi secara cepat.
Kepala BPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul berlangsung lancar dengan kendala yang relatif minimal.
"Secara umum pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul berjalan dengan baik. Kendala yang muncul umumnya terkait listrik dan jaringan internet, namun telah diantisipasi dengan penyediaan cadangan seperti genset," ujarnya pada Selasa (22/4).
Ia menambahkan bahwa pengalaman dari pelaksanaan asesmen sebelumnya menjadi faktor penting dalam kesiapan teknis di lapangan. “Kami sudah cukup terlatih melalui pelaksanaan sebelumnya, sehingga meskipun ada kendala, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” lanjut Adi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembaruan data pendidikan sebagai dasar perencanaan kebijakan.
"Data Dapodik harus terus diperbarui karena menjadi tulang punggung perencanaan pendidikan. Ketidaksinkronan data dapat berdampak pada kebijakan yang diambil," jelasnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan sarana prasarana yang masih menjadi tantangan di sejumlah satuan pendidikan. "Ketersediaan perangkat seperti komputer masih menjadi tantangan, sehingga beberapa sekolah harus membagi sesi pelaksanaan atau memanfaatkan perangkat tambahan," tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga, Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menegaskan bahwa pelaksanaan TKA merupakan bagian dari penguatan sistem asesmen yang telah dipersiapkan secara matang.
“Pelaksanaan TKA ini bukan kegiatan yang tiba-tiba, tetapi sudah dirancang untuk mendorong anak-anak memiliki kemampuan dan inspirasi belajar yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelum TKA, satuan pendidikan telah memiliki pengalaman melalui pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD), yang kini bertransformasi menjadi TKA dan TKA Daerah (TKA-D).
“Sebelumnya kita telah melaksanakan ASPD, dan saat ini bertransformasi menjadi TKA serta TKA-D. Ini merupakan upaya untuk memastikan capaian belajar siswa dapat diukur secara lebih objektif dan terstandar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hasil TKA akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan peserta didik.
"Hasil TKA merupakan capaian individu siswa yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya," tegas Nugroho.
Ia juga mengapresiasi kesiapan satuan pendidikan di Bantul yang dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Kami melihat kesiapan sekolah-sekolah di Bantul sangat baik. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan program TKA berjalan optimal," tambahnya.
Pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta satuan pendidikan.
Dukungan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta pengalaman pelaksanaan asesmen sebelumnya menjadi faktor kunci keberhasilan TKA yang inklusif, dan berkeadilan, guna mewujudkan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Hasil TKA akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan di masa depan.
"Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran," ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin.
Selasa, 14/04/2026 21:18 WIB