https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Warganet, Begini Kronologi Masuknya Istilah "Kapitil" di KBBI

Mutiul Alim | Jum'at, 23/01/2026 18:55 WIB



Munculnya istilah `kapitil` sebagai lawan kata kapital menghebohkan media sosial. Banyak yang berpandangan entri baru di KBBI itu cukup nyeleneh. Istilah kapitil di KBBI (Foto: Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Munculnya istilah `kapitil` sebagai lawan kata kapital menghebohkan media sosial. Banyak yang berpandangan entri baru di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini cukup nyeleneh.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menuturkan bahwa kapitil masuk sebagai entri baru dalam pemutakhiran yang dilakukan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemdikdasmen pada Oktober 2025 lalu.

Kala itu, pembentukan kata ini berasal dari ciptaan pengguna bahasa yang merasa bahasa Indonesia perlu memiliki satu lema yang menggambarkan lawan kata kapital, hanya dengan mengubah satu bunyi saja.

Baca juga :
Badan Bahasa Gandeng Kampus dan Pemda, Perkuat Literasi dan Bahasa di Aceh

"Biasanya bunyi seperti A itu konotasinya besar, I itu konotasinya kecil. Gumpal besar kalau gumpil kecil. Pengguna bahasa secara kreatif menciptakan kata kapitil dari kapital yang sudah ada," kata Dora dalam taklimat media di Sentul, Jawa Barat pada Jumat (23/1).

Sebab kapitil bukan berasal dari bahasa daerah, maka lema tersebut tidak dapat digunakan dalam pembakuan istilah. Dalam KBBI, kapitil memiliki keterangan `cak` atau cakapan. Namun, Dora memastikan kapitil bukan istilah yang sama sekali baru.

Baca juga :
Kemdikdasmen Pastikan Akses Buku Berkualitas Jangkau Peserta Didik di Aceh

"Kata ini sudah dipakai dari data yang kami miliki, konteksnya informal. Dalam cuitan, bukan tulisan yang serius," ujar dia.

Kendati kini sudah masuk dalam KBBI, Badan Bahasa menyatakan bahwa kapitil tidak dijadikan lawan kata kapital secara baku. Sebab, lawan kata kapital yang formal ialah non-kapital.

Baca juga :
Kemdikdasmen Dorong Pemberdayaan Perempuan Tingkatkan Literasi Nasional

"Perkara menimbulkan dinamika yang cukup intens di masyarakat, itu menunjukkan bahwa perhatian pada KBBI ini cukup besar," kata dia.

"Kita akan meninjau ulang, KBBI ada fitur usulan menonaktifkan kata apabila kata itu di kemudian hari sangat meresahkan. Sebelum sampai pada hal itu, kita akan mengamati peprkembangannya sampai pemutakhiran nanti," dia menambahkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Istilah Kapitil Lawan Kata Kapital Badan Bahasa Entri Baru KBBI Dora Amalia

Terpopuler

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777