https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tingkatkan Lifting Minyak, Bahlil Bakal Legalkan 45.000 Sumur Rakyat

Agus Mughni | Jum'at, 23/01/2026 06:30 WIB



Sumur-sumur tua kita tetap melakukan reaktifasi terus. Bahkan sekarang untuk 40.000 lebih sumur masyarakat sebagian izinnya sudah kita keluarkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan sejumlah strategi untuk meningkatkan lifting minyak nasional tahun 2026. Di antaranya melalui pemberian legalitas bagi 45.000 sumur rakyat serta peta jalan agresif.

Bahlil mengatakan kebijakan ini mengubah status penambang rakyat menjadi mitra legal yang berkontribusi pada ketahanan energi. Hal tersebut disampaikan saat Rapat Kerja antara Menteri ESDM dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (22/1).

Dia menuturkan, Pemerintah telah mempercepat proses perizinan di sejumlah provinsi penghasil minyak agar produksi dari sumur-sumur tersebut segera tercatat dalam perhitungan nasional.

Baca juga :
Pemerintah Buka Opsi Impor Etanol dari Amerika Serikat

"Di samping itu, Kementerian ESDM menyiapkan strategi tambahan yang menjadi bagian dari upaya cepat menahan dan membalikkan tren penurunan produksi," dalam keterang tertulis ESDM, dikutip pada Jumat (23/1).

Bahlil memaparkan langkah strategis ini menjadi fokus pemerintah. Upaya pertama menitikberatkan pada reaktivasi aset-aset tua dan pemberian izin bagi penambang rakyat.

Baca juga :
Target Tak Ada Desa Gelap 2029, Bahlil Dorong Pemasangan PLTS

"Sumur-sumur tua kita tetap melakukan reaktifasi terus. Bahkan sekarang untuk 40.000 lebih sumur masyarakat sebagian izinnya sudah kita keluarkan seperti di Jambi, di Sumatra Selatan, sekarang di Jawa Tengah. Sekarang kita mempercepat proses perizinannya agar mereka juga bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting," kata Bahlil.

Langkah kedua berfokus pada modernisasi teknik ekstraksi melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Menurutnya, langkah ini penting untuk menahan laju penurunan produksi alamiah pada sumur-sumur existing. "Intervensi teknologi juga berjalan dengan baik kita lakukan," tambah Bahlil.

Baca juga :
Eks Wamen ESDM Sebut Tak Ada Laporan Masalah Sewa TBBM OTM ke Pertamina

Sebagai strategi ketiga, pemerintah memangkas hambatan birokrasi untuk mempercepat realisasi produksi lapangan baru dan memastikan rencana pengembangan tidak mandek.

"Bagaimana yang POD-POD (Plan of Development) sudah selesai kita juga melakukan percepatan. Ini kita sudah panggil dengan semua KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama)," jelas Bahlil.

Melalui kombinasi legalisasi lebih dari 40.000 sumur rakyat di wilayah strategis, intervensi teknologi yang masif, serta percepatan eksekusi POD, Kementerian ESDM optimistis target lifting dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026 dapat tercapai.

"Sinergi erat antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju kemandirian energi Indonesia," tutup Bahlil.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Lifting Minyak Sumur Rakyat Pemberian Legalitas

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777