https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pengamat: Pilkada oleh DPRD Upaya Elite Rampas Hak Rakyat

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 02/01/2026 09:20 WIB



Tidak akan ada jaminan bahwa korupsi akan hilang dan juga akan terpilih pemimpin daerah yang berkualitas. Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas. Foto: dok. pri/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kembali dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dinilai sebagai upaya para elite kekuasaan untuk merampas hak rakyat dalam berdemokrasi.

“Para elite dan partai politik sedang berupaya merampas hak rakyat dalam berdemokrasi, khususnya untuk mendapatkan hak pilihnya dalam menentukan kepala daerah, dengan alasan agar tidak terjadi pemborosan,” kata Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Fernando mengatakan, para elite politik sedang "bermain billiard" ketika melemparkan gagasan terkait dengan Pilkada yang saat ini dipilih secara langsung menjadi ditunjuk oleh Presiden untuk jabatan Gubernur, sedangkan Bupati atau Walikota dipilih oleh DPRD.

Baca juga :
Ini Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Sesuai Syariat Islam

Ia meyakini gagasan tersebut bukan hanya sekadar dilontarkan oleh Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar serta kemungkinan akan dilontarkan oleh Ketua Umum partai politik lainnya.

“Gagasan yang dilontarkan tersebut, tentu sudah disepakati oleh pimpinan partai politik. Terutama yang saat ini tergabung dalam koalisi pemerintahan,” katanya.

Baca juga :
KPK Periksa Pengusaha Heri Black Terkait Korupsi Bea Cukai

“Tentu gagasan tersebut bukan hanya tahap pembicaraan tentang mekanisme dan kapan akan mulai di bahas oleh DPR. Partai apa dapat jabatan kepala daerah mana, sangat mungkin sudah dibagi sebagai kesepakatan bersama,” imbuhnya.

Menurutnya memang secara hitung-hitungan, akan ada penghematan anggaran negara karena biaya pemilihan kepala daerah akan sangat kecil karena hanya ditunjuk oleh Presiden dan dipilih oleh DPRD.  Namun tidak akan ada jaminan bahwa korupsi akan hilang dan juga akan terpilih pemimpin daerah yang berkualitas.

Baca juga :
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Korupsi Kuota Haji

“Jangan-jangan anggaran yang selama ini dipakai oleh calon kepala daerah untuk kampanye dan melakukan politik uang untuk membeli suara rakyat akan dialihkan untuk membeli partai politik dan suara anggota DPRD,” ketusnya.

Pemilihan pemilihan kepala daerah oleh DPRD, menurutnya, semakin membuka peluang bagi partai politik untuk menghadirkan kepala daerah yang tidak dikenal rakyat karena hanya berdasarkan kedekatan dengan pimpinan partai politik. Sehingga sangat mungkin akan semakin berjarak dengan rakyat yang dipimpinnya.

“Saya berharap masyarakat akan melakukan perlawanan terhadap ‘rencana jahat’ para elite politik tersebut supaya jangan terjadi kemunduran politik di negara kita, khususnya dalam pemilihan kepala daerah,” kata Fernando.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pilkada oleh DPRD Fernando Emas Hak Rakyat

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777