https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Riset Ungkap Beras Tertua di Pasifik Dibawa Manusia 3.500 Tahun Lalu

Agus Mughni | Minggu, 14/12/2025 10:30 WIB



Penelitian arkeologi terbaru menunjukkan beras tersebut bukan sekadar bekal, melainkan bagian dari praktik ritual Ilustrasi - Riset Ungkap Beras Tertua di Pasifik Dibawa Manusia 3.500 Tahun Lalu (Foto: Earth/Hsiao-chun Hung)

Jakarta, Jurnas.com - Sekitar 3.500 tahun lalu, sekelompok pelaut membawa beras menyeberangi laut sejauh lebih dari 2.100 kilometer dari Filipina ke Guam. Temuan ini mengubah pemahaman tentang bagaimana manusia awal merencanakan migrasi lintas samudra.

Penelitian arkeologi terbaru menunjukkan beras tersebut bukan sekadar bekal, melainkan bagian dari praktik ritual. Bukti ini menjadi catatan paling awal dan paling jelas tentang keberadaan beras di seluruh Kepulauan Pasifik.

Fokus riset mengarah pada leluhur masyarakat Chamorro, penghuni pertama Kepulauan Mariana yang mencapai wilayah Pasifik terpencil lebih awal dibanding pulau-pulau sekitarnya. Pencapaian ini menegaskan kemampuan navigasi dan organisasi sosial yang maju pada masanya.

Baca juga :
AS Klaim Telah Menyetujui Kemitraan dengan Kepulauan Pasifik

Studi yang dipimpin arkeolog University of Guam, Mike Carson, mengaitkan para pelaut ini dengan penutur bahasa Austronesia. Analisis DNA kuno menunjukkan asal-usul mereka dari Filipina bagian utara dan Taiwan.

Karena itu, beras sudah lama dikenal dalam tradisi pertanian Asia sebelum perjalanan laut ini terjadi. Domestikasi padi sendiri tercatat di Tiongkok sekitar 8.000 tahun lalu, menjadikannya simbol budaya yang telah mengakar.

Baca juga :
AS Undang Pemimpin Pasifik ke Gedung Putih, Ada Apa?

Namun di Pasifik, beras bukan tanaman yang mudah dibudidayakan. Kondisi tanah dan iklim membuat masyarakat pulau lebih mengandalkan talas, ubi, pisang, sukun, dan kelapa.

Catatan sejarah abad ke-16 dan 17 bahkan menyebut beras di Kepulauan Mariana sebagai bahan langka untuk upacara khusus. Temuan baru ini memperkuat bahwa beras hadir sejak awal pemukiman dan dijaga untuk tujuan sakral.

Bukti tersebut ditemukan di Gua Pantai Ritidian, Guam utara, melalui pecahan tembikar berusia ribuan tahun. Analisis mikroskopis mengungkap jejak sekam padi, daun, dan bagian bunga beras yang menempel di permukaannya.

Sebaliknya, jejak serupa tidak ditemukan di tanah sekitar gua. Perbedaan ini menunjukkan penggunaan beras yang disengaja, bukan akibat kontaminasi alam.

Pemindaian sinar-X juga memastikan beras tidak dicampur ke dalam tanah liat tembikar. Dengan demikian, padi digunakan di dalam wadah yang sudah jadi, kemungkinan dalam konteks ritual.

Lokasi gua tersebut berada di kawasan seremonial kuno yang dipenuhi kuburan dan artefak spiritual. Dalam tradisi Chamorro, gua dipandang sebagai ruang penghubung dengan leluhur.

Menariknya, hanya satu bagian gua yang menyimpan jejak beras. Situs lain dari periode yang sama hampir tidak menunjukkannya, menegaskan sifatnya yang eksklusif.

Rangkaian temuan ini menjawab perdebatan lama soal kedatangan manusia di Kepulauan Mariana. Migrasi tersebut tampak direncanakan matang, bukan hasil hanyutan arus laut. (*)

Sumber: Earth

Dengan membawa beras, para pelaut ini juga membawa ingatan budaya dan identitas asalnya. Studi yang dipublikasikan di jurnal Science ini menegaskan bahwa penjelajahan awal manusia adalah perjalanan budaya, bukan sekadar upaya bertahan hidup.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sejarah Beras Kepulauan Pasifik Jejak Beras Pertanian Asia

Terkini | Rabu, 17/06/2026 17:59 WIB

News

China Tawarkan Bantuan ke Iran dan Lebanon Atas "Bencana Kemanusiaan"

Ekonomi

Harga Batu Bara Periode II Juni Naik Jadi 123,91 Dolar AS per Ton

News

Rieke Kritik Anggara Komnas HAM: Dana Urus Kasus HAM Hanya 6 Persen

News

Komisi XIII: Jangan Sampai Kementerian HAM Lebih Sibuk Membangun Birokrasi

News

Komisi X Dorong Penguatan Anggaran BPS, Dukung Program Statistik Nasional

News

Komisi IV: Tata Kelola Hutan Perlu Dilakukan Secara Bertanggung Jawab

News

KPK Akui Sudah Koordinasi dengan BPKP Terkait Penyelidikan Korupsi MBG

Info Desa

PPDI Dukung Program MBG dan Kopdes Merah Putih Berlanjut, Mendes Apresiasi

Olahraga

Presiden FIFA: Piala Dunia 2026 Berhasil Lampaui Ekspetasi

News

Legislator PDIP: Tambahan Anggaran Kementerian HAM Belum Layak Disetujui

News

Pemerintah Yaman Minta PBB Lebih Tegas terhadap Iran Soal Pendaaan Houthi

Info Desa

PP 16 2026 Terbit, Mendes Yandri Pastikan Siltap Perangkat Desa Tepat Waktu

News

Dekan FISIP Unas Pastikan Tak Ada Struktur BEM di Lingkungan Kampus

News

KPK Ungkap Pinjam Bendara PT Abipraya-Jaya Abadi di Proyek Pemkab Lamongan

Olahraga

Lionel Messi Sebut Semua Pencapaiannya di Sepak Bola Adalah Bonus

News

Eropa Dilaporkan Siap Berdialog dengan Rusia Soal Ukraina

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777