https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Fenomena Perut Buncit, Obesitas atau Tanda Penyakit?

Mutiul Alim | Jum'at, 14/11/2025 18:01 WIB



Perut buncit sering dianggap hanya masalah estetika, padahal bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Ilustrasi perut buncit (Foto: Doknet)

Jakarta, Jurnas.com - Perut buncit sering dianggap hanya masalah estetika, padahal bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Banyak orang baru peduli ketika lingkar perut semakin besar dan terasa tidak nyaman. Padahal, perut buncit dapat memberikan petunjuk penting mengenai kondisi metabolisme tubuh.

Tidak semua perut buncit berarti obesitas. Ada dua jenis lemak utama dalam tubuh, yakni lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak visceral, yang berada di sekitar organ dalam, lebih berbahaya dibanding lemak yang berada di bawah kulit.

Lemak visceral dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom metabolik. Karena letaknya dalam tubuh, lemak visceral tidak selalu terlihat dari luar tetapi lebih berbahaya.

Baca juga :
Ini 5 Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut

Selain masalah lemak, perut buncit juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain. Misalnya retensi cairan akibat penyakit hati atau gangguan pencernaan tertentu. Beberapa orang mengalami perut membesar karena intoleransi makanan atau peradangan usus.

Stres dan kurang tidur juga dapat memicu pembesaran perut. Hormon kortisol yang meningkat saat stres dapat memicu penumpukan lemak di perut. Inilah alasan mengapa sebagian orang tetap mengalami perut buncit meski tidak makan berlebihan.

Baca juga :
Pakar UGM Peringatkan Perut Buncit Picu Penyakit Berbahaya

Lingkar pinggang yang melebihi batas tertentu dapat menjadi indikator risiko kesehatan. Untuk pria, lingkar pinggang di atas 90 cm dianggap meningkatkan risiko penyakit metabolik. Sedangkan untuk wanita, batas risiko dimulai dari 80 cm.

Perut buncit yang disebabkan lemak biasanya terasa lunak, sedangkan pembengkakan akibat penyakit bisa terasa tegang dan keras. Perbedaan ini dapat menjadi cara sederhana untuk mengenali penyebabnya. Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan bila perubahan terasa tidak wajar.

Baca juga :
Delapan Makanan yang Cepat Buat Perut Buncit

Pola makan tinggi gula, makanan olahan, dan minuman bersoda juga memberikan kontribusi besar. Makanan tersebut mudah disimpan tubuh sebagai lemak perut. Kebiasaan makan larut malam sering memperburuk kondisi.

Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor terbesar munculnya perut buncit. Banyak orang yang bekerja duduk berjam-jam tanpa disertai olahraga teratur. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda dapat membantu mengurangi lemak visceral.

Jika perut membesar tiba-tiba tanpa penyebab jelas, pemeriksaan medis penting dilakukan. Kondisi seperti ascites akibat penyakit hati memerlukan perhatian khusus. Mengabaikan gejalanya dapat memperparah kondisi.

Dengan mengenali penyebab perut buncit, langkah penanganan menjadi lebih tepat. Tidak semua perut buncit bisa diatasi dengan diet, terutama bila berasal dari penyakit tertentu. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak salah kaprah dalam menanganinya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

perut buncit obesitas visceral ciri obesitas tanda perut buncit

Terkini | Sabtu, 02/05/2026 09:08 WIB

News

Aset Rp27,68 Triliun, Bank Kalbar Akan Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Gaya Hidup

Berbagai Manfaat Jika Kamu Membaca Buku Secara Rutin

Olahraga

Ini 5 Gol Penalti Paling `Enggak Sopan` di Sepak Bola

Humanika

Mengenal Ki Hadjar Dewantara, Pahlawan Muslim dan Bapak Pendidikan Nasional

Gaya Hidup

10 Contoh Ucapan Hardiknas 2026 yang Penuh Makna, Cocok untuk Medsos

Humanika

Peringatan Hari Pendidikan Nasional Setiap 2 Mei, Ini Sejarah dan Tujuannya

Humanika

2 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

62 Ribu Jemaah Haji RI Berangkat, Kemenhaj Ingatkan Waspada Haji Ilegal

Gaya Hidup

Fenomena Langit Mei 2026, Ada Purnama Flower Moon hingga Blue Moon

News

Rakernas Ivendo Tetapkan 8 Program Prioritas, Industri Event Siap Bersaing

News

Menteri PPPA Kuatkan Tata Kelola Daycare Lewat Kolaborasi Lintas Lembaga

News

Komisi IX DPR Minta Baleg Tak Ambil Alih RUU Ketenagakerjaan

News

May Day 2026, Pimpinan DPR Soroti Upah dan Ancaman PHK Buruh

News

Menteri PPA Kecam Keras Dugaan Penganiayaan terhadap Anak di Daycare Aceh

News

44 Pelaut Iran Dilaporkan Tewas dalam Perang Melawan AS-Israel

Ekonomi

Harga Minyak Kembali Naik karena Belum Ada Tanda Berakhirnya Perang Iran

News

Penyeberang di Lintas Ulee Lheue-Balohan Wajib Beli Tiket Secara Online

News

Teheran Aktifkan Pertahanan Udara, Ketegangan AS-Iran Memanas

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777