https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Juli 2025, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat

Untung Subagja | Rabu, 20/08/2025 20:05 WIB



Kondisi ini berlangsung seiring permintaan pelaku usaha yang belum kuat dan cenderung menggunakan pembiayaan internal Gedung Bank Indonesia (Wikipedia)

Jakarta, Jurnas.com - Sepanjang JUli 2025, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan melambat, dimana hanya tumbuh 7,03% atau turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 7,77%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan kondisi ini berlangsung seiring permintaan pelaku usaha yang belum kuat dan cenderung menggunakan pembiayaan internal.

"Kredit perbankan pada Juli 2025 tumbuh sebesar 7,03% year on year, menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2025 sebesar 7,77% year on year," kata Perry di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Kredit konsumsi tumbuh 8,11%, dan kredit modal kerja hanya naik 3,08%. Di sisi lain, kredit investasi mencatat pertumbuhan cukup tinggi sebesar 12,42% year on year, sejalan dengan peningkatan investasi.

Untuk pembiayaan syariah, pertumbuhan mencapai 8,31% year on year, sementara kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih rendah, hanya 1,82% year on year.

Baca juga :
Mensos Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Dipercepat dan Tepat Sasaran

Dari sisi penawaran, Perry menjelaskan bahwa meski suku bunga moneter telah diturunkan dan likuiditas diperlonggar, perbankan masih menunjukkan kehati-hatian. Hal ini tercermin pada standar penyaluran kredit yang meningkat.

Alih-alih memperbesar penyaluran kredit, bank lebih memilih menempatkan kelebihan likuiditasnya pada instrumen surat berharga.

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

"Perbankan lebih memilih menempatkan kelebihan likuiditasnya pada instrumen surat-surat berharga," jelasnya.

Likuiditas perbankan juga ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang naik 7% *year on year* pada Juli 2025. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi keuangan pemerintah, sehingga memperkuat ruang likuiditas industri perbankan.

Dari sisi permintaan, Perry mencatat pertumbuhan kredit banyak disokong sektor berorientasi ekspor seperti pertambangan dan perkebunan. Selain itu, sektor transportasi, industri, dan jasa sosial juga berkontribusi terhadap penyaluran kredit.

Meski demikian, Perry menegaskan bahwa secara keseluruhan perlambatan kredit mencerminkan lemahnya permintaan pelaku usaha.

Banyak perusahaan, kata Perry, lebih memilih menggunakan pembiayaan internal ketimbang menarik kredit dari bank.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya mendorong penyaluran kredit perbankan. Perry menambahkan:

“Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit pembiayaan perbankan, termasuk melalui kebijakan makro yang longgar dan mempererat sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)," jelasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bank Indonesia Kredit Perbankan Perry Warjiyo

Terkini | Senin, 15/06/2026 10:31 WIB

Terpopuler

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777