https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wamen Stella Dorong Riset yang Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi

Mutiul Alim | Jum'at, 08/08/2025 11:44 WIB



Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie menekankan pentingnya keberadaan ekosistem riset dalam meningkatkan perekonomian nasional. Adapun ekosistem tersebut mesti berawal dari perguruan tinggi. Wamendiktisaintek Stella Christie (Foto: Muti/Jurnas.com)

Bandung, Jurnas.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie menekankan pentingnya keberadaan ekosistem riset dalam meningkatkan perekonomian nasional. Adapun ekosistem tersebut mesti berawal dari perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan saat berbicara dalam Konvensi Sains, Teknologi, Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (8/8).

Wamen Stella mengatakan ada banyak contoh perguruan tinggi top dunia yang berhasil mengembangkan riset dan mendorong peningkatan ekonomi. Salah satunya, Stanford University yang hingga kini telah melahirkan 40.000 perusahaan dari alumninya, dan mempekerjakan total 5,4 juta orang sejak berdiri pada 1930 silam.

Baca juga :
PMI Terampil Masih Minim, Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem

"Stanford memberikan dampak perekonomian US$2 triliun per tahun. Lalu, MIT (Massachusetts Institute of Technology) per 2014 lalu alumninya menjadi founder 30.000 perusahaan yang mempekerjakan 4,6 juta orang, dan menghasilkan US$2 triliun per tahun," ujar Wamen Stella.

"University of Kansas memberikan dampak ekonomi tahunan US$7,8 miliar di Kansas dan menyokong sekitar 88.000 bidang pekerjaan," dia menambahkan.

Baca juga :
Mendiktisaintek Tegaskan Ekosistem Riset dan Inovasi Kunci Daya Saing

Berbagai praktik baik ini, menurut Wamen Stella, hanya akan terjadi jika budaya penelitian mengakar di perguruan tinggi. Dan ketika kampus dipandang sebagai sumber pengetahuan, maka takkan sulit mendatangkan investasi maupun pendanaan.

"Ketika Anda memiliki investasi, maka Anda bisa membangun infrastruktur. Tanpa infrastruktur, Anda tidak bisa meningkatkan akses untuk penelitian. Ini seperti lingkaran, tapi bermulanya dari pengetahuan," ujar Wamendiktisaintek.

Baca juga :
Rusia Sediakan 300 Beasiswa untuk Mahasiswa RI, Ada Bidang Nuklir

Sementara dari sisi pemerintah, Wamen Stella mengatakan dua langkah penting sudah dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Yakni, pendanaan dan regulasi.

Terkait pendanaan, lanjut Stella, pihaknya telah melipatgandakan sekitar 80 persen kenaikan dana riset yang akan disalurkan langsung kepada para peneliti di perguruan tinggi. Adapun dari segi regulasi, Kemdiktisaintek telah menetapkan berbagai insentif untuk peneliti.

"Apa saja? Pertama untuk mempermudah dan memperbolehkan peneliti mendapat uang langsung atau dana langsung bagi pribadinya ketika memenangkan grand research. Ini akan bisa dibuat dengan skema dana Rp1,8 triliun. Lalu, kami juga memperbaiki secara keseluruhan agar beban administrasi bagi peneliti itu berkurang," dia mengatakan.

Diketahui, pengembangan riset tertera dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto, yang meliputi penguatan pengembangan sumber daya manusia, sains teknologi pendidikan, kesehatan, pencapaian di bidang olahraga, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

KSTI 2025 Wamendiktisaintek Stella Christie Ekosistem Riset

Terkini | Senin, 03/08/2026 14:26 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777