https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sikap Dovish The Fed Bakal Pengaruhi Pasar Modal Indonesia

Untung Subagja | Senin, 26/08/2024 21:35 WIB



Para pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan memangkas Fed Fund Rate (FFR) dalam Federal Open Market Committee (FOMC) Papan elektronik IHSG di Bursa Efek Indonesia. (Foto ilustrasi)

Jakarta, Jurnas.com - Otoritas Pasar Modal Indonesia PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, rencana penurunan suku bunga acuan (dovish) oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed bakal beri sentimen ke pasar saham Indonesia.

Para pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan memangkas Fed Fund Rate (FFR) dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertemuan 17- 18 September 2024 mendatang.

"Kalau kita lihat globalnya sekarang, terakhir The Fed ada rencana menurunkan tingkat bunga. Pasti ada dampaknya," ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman di Jakarta, Senin (26/8/2024).

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Selain itu, lanjutnya, proses Pemilihan Umum (Pemilu) pada akhir tahun di AS juga akan berdampak ke pasar saham Indonesia.

"Dampaknya (mungkin) sangat signifikan, terutama Pemilu di AS, tapi semuanya sekarang udah price in. Jadi, mudah- mudahan domestiknya juga bagus," ujar Iman.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Dari dalam negeri, Ia menyebut bahwa persepsi pelaku pasar terhadap kondisi politik di Tanah Air juga berdampak terhadap pasar saham. Namun demikian, menurutnya, kondisi makroekonomi Indonesia masih bagus sampai saat ini.

"Persepsi orang terhadap kondisi politik kita juga mendukung apa yang terjadi di indeks. Indonesia sampai hari ini tidak ada hal- hal yang secara makroekonomi itu cukup bagus," ujar Iman.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Pada perdagangan hari ini, Senin (26/08), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) di level 7.619,90.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.151.968 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,59 miliar lembar saham senilai Rp12,41 triliun. Sebanyak 360 saham naik 219 saham menurun, dan 217 tidak bergerak nilainya.(ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

BEI The Fed Dovish Pasar Modal

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777