https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lestari Moerdijat: Inovasi dan Kolaborasi Modal Penting Majukan Sektor Pendidikan

Eko Budhiarto | Selasa, 12/09/2023 16:58 WIB



Butuh Kemampuan Inovasi dan Kolaborasi untuk Jawab Tantangan di Sektor Pendidikan Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Kemampuan mengembangkan inovasi dan kolaborasi tenaga pengajar dan peserta didik merupakan modal penting memajukan sektor pendidikan di era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang dengan cepat.

"Saat ini kita membutuhkan para pendidik yang memiliki kemampuan inovasi dan semangat berkolaborasi dengan baik untuk menjawab berbagai tantangan di era globalisasi yang sarat perubahan ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Selasa (12/9).

Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek Dikti) isu strategis pembangunan pendidikan nasional yang harus diselesaikan, antara lain terkait layanan pendidikan yang belum merata dan kualitas pendidikan yang masih rendah.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Apalagi, berdasarkan data tahun 2022, menunjukkan kekurangan guru di Indonesia mencapai 781 ribu. Selain itu, masih ada 288 kecamatan di Indonesia yang tidak memiliki SMP dan 681 kecamatan yang tidak memiliki SMA.

Diakui Lestari, kualitas pendidikan dipengaruhi oleh kompetensi guru yang masih rendah dengan sebaran yang belum merata.

Baca juga :
Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, kondisi tersebut harus segera dijawab dengan berbagai langkah menyiapkan tenaga pengajar yang profesional di era digital saat ini.

Pendidikan di era digital, tambah Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, ditandai dengan integrasi teknologi informasi dan komunikasi ke dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

Di era ini, ujar Rerie, para peserta didik dan pengajar bisa dengan mudah mengakses sumber pengetahuan yang melimpah.

Kondisi tersebut, tegas Rerie, menghadirkan tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kemampuan daya inovasi dan kolaborasi dari para tenaga pengajar dan peserta didik, yang dapat menjadi modal penting dalam memajukan lembaga pendidikan.

Para pengajar dan peserta didik, tegasnya, harus memaknai literasi baru di era digital yang mencakup literasi data, kemampuan membaca dan menganalisis berbasis informasi di dunia digital, serta literasi teknologi.

Rerie sangat berharap, perpaduan antara daya inovasi dan kolaborasi yang baik itu akhirnya mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan dapat bersaing di skala global.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Pendidikan Teknologi Informasi Literasi Digital

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777