https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hati-hati, Keamanan Data Pribadi dalam Transaksi Online

Syafira | Sabtu, 01/04/2023 03:09 WIB



Hati-hati, Keamanan Data Pribadi dalam Transaksi Online Ilustrasi melakukan transaksi online (Foto; Jurnas/Ist).

Jurnas.com – Selain dampak positifnya, digitalisasi juga memiliki efek negatif yang jarang dibahas oleh para pengguna digital. Utamanya, terkait keamanan data konsumen dalam transaksi online. Padahal, keamanan data merupakan hal yang sangat krusial di tengah pesatnya perkembangan aktivitas digital saat ini.

”Seringkali, tanpa sadar, konsumen dapat dengan mudah memberikan data pribadi mereka untuk kelancaran bertransaksi online. Hati-hati,” tutur Ketua Relawan TIK Surabaya Muhajir Sulthonul Aziz dalam diskusi literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk komunitas digital wilayah Jawa Timur di Alun-alun Kraksaan, Probolinggo, Jumat (31/3).

Muhajir mengatakan, penyerahan data pribadi kepada penjual, seperti: nama lengkap, nomor gawai, alamat, nomor kartu debit/kredit dan data lainnya, bisa berakibat pada penyalahgunaan oleh pihak lain.

Baca juga :
10 Contoh Ucapan Hari Reformasi Nasional, Cocok untuk Postingan Medsos

Agar aman bertransaksi online, Muhajir memberikan tips bertransaksi digital secara aman. Pertama, cek kevalidan penjual: apakah benar penjual asli atau akun palsu yang berkedok jualan untuk menipu korban. Caranya, bisa dengan mengamati dan membandingkan dengan penjual lain.

”Lihat track record penjualan, baca testimoni dari pelanggan lain, pastikan menggunakan website premium (.com, .id), dan pastikan nomor rekening yang digunakan milik penjual atau perusahaannya,” sebut Muhajir dalam diskusi bertajuk ”Keamanan Data Pribadi dalam Transaksi Online” itu.

Baca juga :
Peringatan Hari Reformasi Nasional Setiap 21 Mei, Ini Sejarahnya

Selanjutnya, cek kontak person penjual, cek rekening penjual melalui website cekrekening.id, periksa dan ubah kode keamanan berkala, serta jangan bagikan kode apa pun kepada orang lain. ”Misalnya kode otp, password, finger, dan lainnya,” tandas Muhajir.

Sejak dua tahun silam, Kemenkominfo aktif menyelenggarakan program #literasidigitalkominfo untuk meningkatkan literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada 2024. Program bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman. Pada 2023, program ini menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta.

Baca juga :
21 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Sesuai tema, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim menegaskan, dari 215,63 juta pelanggan internet di Indonesia, kurang dari 10 persen mengaku pernah belanja dan bertransaksi di internet. Alasannya terkait masalah keamanan dalam pembayaran, kekhawatiran terhadap kualitas barang, dan budaya ”shopping as a leisure” (lebih suka belanja secara langsung karena sekaligus rekreasi).

Lukman Hakim menambahkan, transaksi online sebagai bagian dari e-commerce merupakan peluang bagi para pengusaha, khususnya pengusaha kecil dan menengah, untuk menembus pasar global yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Meski begitu, butuh upaya bersama seperti sosialisasi dan edukasi pasar e-commerce, maupun penyiapan infrastruktur fisik yang mendukung aplikasi e-commerce. ”Juga, penyiapan regulasi yang kondusif bagi e-commerce, serta peningkatan kualitas produk nasional agar dapat memenuhi standar internasional dalam menembus pasar global,” pungkas Lukman.

Urgensi mewujudkan masyarakat Indonesia yang #MakinCakapDigital tak lepas dari survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan Kemenkominfo bersama Katadata Insight Center pada 2021. Berdasarkan hasil survei, skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital Indonesia berada dalam kategori ”sedang”.

Program IMCD semakin diperlukan, karena – menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social – ditemukan data bahwa pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada 2021-2022 telah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu tak lebih dari 175 juta orang,” jelasnya.

Diskusi yang dipandu Mohammad Noviyanto itu juga menghadirkan pembicara dosen sekaligus digital enthusiast M. Adhi Prasnowo. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Digital Data

Terkini | Selasa, 16/06/2026 11:29 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777