https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

KKP Bakal Genjot Produksi Ikan Nila untuk Penuhi Pasar Dunia

Redaksi | Minggu, 19/03/2023 18:31 WIB



KKP Bakal Genjot Produksi Ikan Nila untuk Penuhi Pasar Dunia Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan bakal menggenjot produksi tilapia atau ikan nila, mengingat besarnya permintaan pasar internasional terhadap komoditas perikanan tersebut. Hal ini, diutarakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, saat pencanangan Bulan Mutu Karantina di Semarang.

"Kita ingin ada lima komoditas yang sangat kuat di internasional, yakni udang, lobster, kepiting, tilapia dan rumput laut," kata Trenggono, di Jakarta, Minggu (19/3/2023).

Kegiatan Bulan Mutu Karantina itu mengangkat tema Peran Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dalam Penjaminan Ikan Sehat, Bermutu, dan Bebas Mikroplastik.

Baca juga :
Panduan Urutan Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir

Diakui Trenggono, kebutuhan internasional terhadap tilapia memang sangat besar. Bahkan, pasar tilapia pada 2023 secara internasional mencapai setidaknya 13,9 miliar dolar AS. "Kita akan genjot di sini untuk kemudian budidayanya menjadi lebih bagus," katanya.

Menurut dia, kawasan Pantai Utara Jawa Tengah juga memiliki prospek bagus untuk pengembangan tilapia, sebagai satu komoditas pengganti udang. "Jalur Pantai Utara (Pantura) ini dulu kan udang ya. Tapi saya kira karena wilayah sudah tidak bagus akan kita geser, kita revitalisasi menjadi tilapia atau nila," katanya.

Baca juga :
KPK Dalami Pertemuan Hilman Latief dan Yaqut Cholil Bahas Kuota Haji

Sejauh ini, kata dia, pasar ekspor ikan masih terbilang bagus dan tidak terdampak resesi global, mengingat kebutuhan protein dunia yang disumbangkan dari sektor perikanan terus meningkat.

"`Demand` internasional terus meningkat. Ya, ada memang beberapa penurunan, seperti udang di Amerika ada penurunan sedikit. Tapi konsumsi dan kebutuhan protein kan terus meningkat," tegasnya.

Baca juga :
Kasus Kanker Kolorektal pada Anak Muda Meningkat, Ilmuwan Ungkap Pemicunya

Untuk komoditas perikanan ekspor, kata dia, sejauh ini masih seperti dulu, yakni udang, tuna, cakalang, sotong, gurita, dan kepiting. Di sisi lain, Trenggono mengakui pihaknya ingin mengisi ceruk pasar terhadap kebutuhan lima komoditas perikanan yang kuat di pasar internasional yang sudah disebutkan.

"Negara yang paling besar (ekspor ikan), ya Amerika Serikat, Jepang, kemudian China. Tidak menutup kemungkinan wilayah Eropa ya yang secara spesifik sudah cukup bagus," pungkasnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

KKP Sakti Wahyu Trenggono tilapia

Terpopuler

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777