https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gus Halim Ingin Desa Genteng Kulon Tingkatkan Kepesertaan BPJS

Untung Subagja | Selasa, 28/06/2022 18:24 WIB



Yang kurang maksimal adalah BPJS dengan skor 0,80. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar saat Inspeksi Mendadak (sidak) ke Desa Genteng Kulon, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (28/6/2022). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

 

Banyuwangi, Jurnas.com – Meraih juara 1 dalam Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022, Desa Genteng Kulon perlu meningkatkan kepesertaan warga dalam BPJS. Dengan demikian Desa Genteng Kulon dapat meraih hasil sempurna dalam penilaian IDM.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar saat melaksanakan Inspeksi Mendadak (sidak) terhadap Desa Genteng Kulon, Banyuwangi yang dinobatkan sebagai juara satu Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022.

Baca juga :
WHO Tetapkan Wabah Ebola Mematikan sebagai Darurat Kesehatan Global

“Yang kurang maksimal adalah BPJS dengan skor 0,80. Sementara semua sudah 1 nilainya, tertinggi kan 1 di IDM,” Ungkap Gus Halim sapaan akrabnya.

Menurut Gus Halim, keterlibatan masyarakat dalam ikut serta program BPJS adalah salah satu upaya untuk dapat memberikan perlindungan kesehatan secara maksimal.

Baca juga :
WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

“Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi lebih masif kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam program jaminan kesehatan melalui BPJS,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Genteng Kulon Supandi mengatakan bahwa rendahnya tingkat coverage BPJS disebabkan karena rendahnya kemampuan masyarakat. Setidaknya masih ada sekitar 35% masyarakat kalangan menengah kebawah. Hal inilah yang menurutnya menjadi penyebab utama rendahnya tingkat Coverage BPJS.

Baca juga :
7 Makanan Bergizi yang Bikin Kenyang Lebih Lama

"Kenapa kita tidak bisa memaksimalkan BPJS karena memang kemampuan masyarakat ada juga yang lebih 35 persen menengah kebawah," tukas Supandi.

Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu : Indeks ketahanan sosial, Indeks ketahanan ekonomi dan indeks ketahanan ekologi atau lingkungan yang kemudian diturunkan menjadi 22 variabel dan 52 indikator.

Dalam pengukuran status desa oleh Kemendes PDTT, terdapat lima klasifikasi status desa dalam Indeks Desa Membangun (IDM). Lima status itu adalah (1) Desa Sangat Tertinggal; (2) Desa Tertinggal; (3) Desa Berkembang; (4) Desa Maju; dan (5) Desa Mandiri.

Seperti diketahui, sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi terus menorehkan prestasi dalam penilaian IDM secara nasional. Selain Desa Genteng Kulon menjadi peringkat pertama Desa Mandiri dengan skor 0.9981, desa-desa di Banyuwangi juga mendominasi 10 besar Desa Mandiri dalam Indeks Desa Membangun (IDM) Indonesia. Yaitu Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng (0.9905); Desa Setail, Kecamatan Genteng(0.9886); Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsri (0.9870); Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng (0.9868); dan Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng (0.9867).

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemendes PDTT Abdul Halim Iskandar BPJS IDM Kesehatan

Terkini | Minggu, 07/06/2026 21:20 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777