Kamis, 18/08/2022 01:39 WIB

Perawat Ini Ganti Cairan Vaksin Covid dengan Larutan Garam

Para pejabat di Jerman sedang menyelidiki seorang perawat yang diduga mengganti vaksin COVID-19 dengan larutan garam

Ilustrasi Garam (Foto: HSE Center)

Jakarta, Jurnas.com - Para pejabat di Jerman sedang menyelidiki seorang perawat yang diduga mengganti vaksin COVID-19 dengan larutan garam.

Distrik Friedland mengumumkan di Facebook bahwa tidak dapat dikesampingkan bahwa orang yang menerima suntikan di pusat vaksinasi di Roffhausen antara 5 Maret dan 20 April tak menerima vaksin melainkan larutan garam.

"Hari ini saya memiliki tugas sedih untuk memberi tahu sekitar 8.600 orang yang berpotensi terkena dampak. Tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga orang di antara Anda yang menerima larutan garam bukan vaksin covid-19," tulis Administrator Distrik Friesland Sven Ambrosy dilansir UPI, Kamis (12/08).

"Untuk ketenangan pikiran, kami akan merekomendasikan orang mendapatkan vaksinasi tambahan."

Larutan garam tidak dianggap berbahaya bagi manusia tetapi pemerintah setempat meminta orang-orang yang menerima dosis vaksin di lokasi selama periode yang terkena untuk menghubungi pemerintah dan menjadwalkan dosis lain.

"Dalam situasi ini, penting bahwa semua orang yang mungkin terkena dampak ditawarkan vaksinasi lanjutan," Matthias Pulz, presiden Kantor Kesehatan Negara Bagian Lower Saxony, mengatakan dalam sebuah pernyataan. 

"Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan perlindungan vaksinasi lengkap. Bahkan jika orang telah divaksinasi dengan benar dua kali."

Polisi yang menyelidiki insiden tersebut menemukan bahwa perawat itu termotivasi untuk menentang vaksinasi dan mampu mengganti botol karena dia bertanggung jawab untuk menyiapkan vaksin dan jarum suntik di pusat vaksinasi.

"Karena dia tetap diam dengan polisi, kami tidak tahu apakah dan sejauh mana dia dimanipulasi selama periode ini," kata Claudia Schroder, wakil kepala tim COVID-19 Lower Saxony. 

"Kami tidak tahu berapa banyak orang yang secara khusus terpengaruh dan kami membicarakannya tentang periode tujuh minggu, jadi juga sejumlah besar orang yang menjadi pertimbangan."

TAGS : Vaksin Covid Larutan Garam Perawat Jerman




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :