Senin, 14/06/2021 19:44 WIB

Turki Kutuk Serangan Rudal di Riyadh

Turki mengutuk serangan rudal yang menargetkan ibu kota Saudi Riyadh pada Selasa

Kantor Pusat Penuntut Umum Saudi di Riyadh. (Foto: SPA)

Jakarta, Jurnas.com - Turki mengutuk serangan rudal yang menargetkan ibu kota Saudi Riyadh pada Selasa (26/01).

"Telah diketahui bahwa Riyadh, ibu kota Arab Saudi, telah menjadi sasaran serangan rudal untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, dilansir Middleeast, Rabu (27/01).

"Kami mengutuk keras serangan ini, yang menargetkan permukiman sipil dan tampaknya telah dinetralkan oleh sistem pertahanan udara Saudi," tambahnya.

Pernyataan tersebut untuk menyampaikan belasungkawa kepada saudara-saudara Arab Saudi.

Menurut media Saudi, ledakan melanda Riyadh pada hari Selasa. Pengguna media sosial membagikan gambar rudal balistik yang dinetralkan di udara. Belum ada pernyataan resmi yang dibuat tentang masalah tersebut.

Pada hari Sabtu, koalisi pimpinan Saudi di negara tetangga Yaman mengatakan mereka menembak jatuh target udara yang ditembakkan ke arah Riyadh.

Koalisi tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi media Saudi mengatakan sasarannya adalah rudal yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi di Yaman.

Tidak ada komentar dari kelompok Houthi atas laporan tersebut.

Pemberontak yang berpihak pada Iran telah berulang kali mengumumkan serangan roket dan pesawat tak berawak di wilayah Saudi sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut serangan yang dipimpin Saudi di Yaman.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara , termasuk ibu kota Sanaa. 

Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.

TAGS : Serangan Rudal Pemerintah Turki Kota Riyadh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :