Rabu, 21/04/2021 17:55 WIB

Bumikan Inovasi Pertanian, Polbangtan Yoma Paparkan Hasil Penelitian

Hasil penelitian dan rekayasa teknologi dapat diadopsi pada sektor pertanian dan sektor industri.

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian 2020.

Yogyakarta, Jurnas.com - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian 2020.

Kegiatan pemaparan hasil penelitian yang digelar secara daring tersebut merupakan salah satu upaya Polbangtan Yoma dalam mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyebarluaskan inovasi di bidang pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan mengimbau agar hasil penelitian dan rekayasa teknologi dapat diadopsi pada sektor pertanian, sektor industri dan dimanfaatkan untuk mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan, pertanian di era modern tidak bisa terlepas dari penerapan hasil penelitian. Berbagai hasil penelitian diaplikasikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman pertanian

Seminar Hasil Penelitian Polbangtan Yoma membahas dua judul penelitian dari dua tim peneliti. Penelitian pertama yang dilakukan oleh Agus Wartapa dan Pitri Ratna Asih berjudul Pengaruh Jumlah Dan Umur Benih Bawang Merah True Shallot Seed (TSS) terhadap Hasil dan Mutu Benih memaparkan bahwa penerapan TSS dalam praktek budidaya bawang merah di lahan terbatas mampu meningkatkan hasil dan mutu produksi.

"Hasil tersebut dapat diperoleh dengan catatan petani menerapkan perlakuan jumlah TSS per lubang tanam dan umur bibit semai yang sesuai dengan SOP," Tutur Agus dalam paparannya.

Dalam forum yang sama, dipaparkan juga hasil penelitian dengan judul Kajian Pengendalian Layu Fusarium dengan Kombinasi Tricoderma dan Pupuk Kalium Pada Tanaman Jahe.

Penelitian yang dilakukan Tim Peneliti dari Laboratorium Perlindungan Tanaman, Heriyanto dan Annisa Khoiriyah bertujuan untuk mengetahui jumlah takaran Trichoderma sp. dan pupuk Kalium yang efektif untuk pengendalian penyakit layu Fusarium pada tanaman jahe yang efektif.

"Seluruh penelitian Polbangtan YoMa akan dijadikan bahan referensi mata kuliah dan referensi kegiatan praktiku," jelas Sukadi, Ketua UPPM.

Kepala BAAKA Polbangtan Yoma, Endra Prasetyanta mengharapkan agar berbagai hasil penelitian Polbangtan Yoma dapat ditindaklanjuti dan diaplikasikan ke para Petani terutama Petani yang berada lokasi penelitian melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat

TAGS : Polbangtan Yoma Hasil Penelitian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :