Senin, 27/05/2024 01:06 WIB

Perusahaan di Cina Larang Karyawan Beli iPhone

Larangan itu sudah dikeluarkan pada 18 September yang bertepatan dengan peringatan 85 tahun invasi tentara Jepang ke kawasan Cina timur laut yang terjadi pada 1931.

Cina- Perusahaan Nanyang Yongkang yang bergerak pada bidang obat-obatan di Cina, membuat aturan larangan bagi karyawannya untuk membeli iPhone 7 dan 7 plus. Pasalnya, ponsel pintar buatan Apple itu diangap produk asing dan mendorong materialisme.

"Jika Anda melanggar aturan ini, lebih baik Anda langsung ke kantor dan memasukkan surat pengunduran diri," demikian bunyi surat edarannya.

Larangan itu sudah dikeluarkan pada 18 September yang bertepatan dengan peringatan 85 tahun invasi tentara Jepang ke kawasan Cina timur laut yang terjadi pada 1931. "Tanggal 18 September adalah hari yang bersejarah ... mari kita boikot produk asing."

Surat dan foto surat tersebut ramai dibahas di media sosial Weibo-layanan sosmed produk Cina,  dengan  pagar `pegawai yang beli iPhone 7 dipecat`.

Beberapa pengguna  Weibo menuliskan,  larangan itu kontraproduktif karena iPhone dibuat oleh Foxconn yang pabriknya berada di Cina.

"Larangan ini bisa membuat perusahaan Foxconn gulung tikar dan ribuan orang bisa menganggur. Belum lagi kerugikan yang dialami oleh para pemasok suku cadang di dalam negeri," ujar pengguna Weibo.

Namun tak sedikit pula yang mendukung aturan untuk melarang pembelian iPhone 7 dan 7 Plus, seperti Qingtong_huo yang mengusulkan mestinya larangan ini diberlakukan di seluruh negeri. "Semua pegawai pemerintah harus menggunakan telepon genggam buatan dalam negeri. Jika ini diwajibkan penjualan ponsel Cina akan naik tajam," katanya.

KEYWORD :

Telepon seluler iPhone




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :