Minggu, 23/01/2022 07:11 WIB

Kementan Demonstrasikan Penggunaan Alsintan di Lampung

 SL DI tidak hanya memberikan wadah informasi dan media pembelajaran petani, tetapi juga memberikan kemudahan kepada petani dalam bidang produksi tanaman padi, yaitu pengadaan benih berlabel ungu dan pengadaan alsintan bagi petani.

Alsintan (Foto: Ist)

Lampung, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong trasformasi pertanian dari tradisional menjadi modern dalam untuk menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa rakayak Indonesia. Hal ini salah satunya dilakukan melalui Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan IPDMIP harus berperan dalam mendorong transformasi sistem pertanian tradisional menjadi modern. Transformasi ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian.

"IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu. Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan," kata Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengingatkan IPDMIP harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak output dan outcome signifikan di lahan-lahan pertanian beririgasi.

Dedi mengatakan, IPDMIP dapat berperan melalui kegiatan Training of Trainer (TOT), Training of Facilitator (TOF), Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat provinsi (Kostrawil) dan kabupaten (Kostrada).

Dedi mengharapkan NPIU dari IPDMIP dalam bekerja mencontoh tim sepak bola yang mengutamakan kerja sama tim, kemampuan individu sehingga dapat menerjemahkan dan melaksanakan arahan pimpinan.

"Tim NPIU juga harus melakukan akselerasi semua kegiatan melalui proses yang cepat, sistematis dan taktis," kata dia.

Sebagai upaya mewujudkan pertanian modern, Petani di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, digembleng untuk mendapat pemahaman mengenai optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kegiatan dilaksanakan di Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima.

"Jadi, demonstrasi alsintan ini bagian dari kurikulum program SL (sekolah lapang) daerah irigasi (DI) yang memang bagian dari program IPDMIP," kata Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran Fisky Virdous melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/10).

Fisky menjelaskan, SL DI tidak hanya memberikan wadah informasi dan media pembelajaran petani, tetapi juga memberikan kemudahan kepada petani dalam bidang produksi tanaman padi, yaitu pengadaan benih berlabel ungu dan pengadaan alsintan bagi petani.

Pertanian menjadi ujung tombak perekonomian di masa pandemi, dan kegiatan IPDMIP menjadi salah satu gambaran perhatian pemerintah terhadap kelangsungan sektor pertanian di Kabupaten Pesawaran.

"Sebagai sektor yang menjadi perhatian utama khususnya bagi pemerintah Kabupaten Pesawaran, pertanian menjadi ujung tombak perekonomian di masa pandemi, dan kegiatan IPDMIP menjadi salah satu gambaran perhatian pemerintah terhadap kelangsungan sektor pertanian di Kabupaten Pesawaran," ujar dia.

Fisky menambahkan pada masa pandemi ini hanya pertanian yang relatif tidak berpengaruh. Karenanya momentum ini harus dimaksimalkan untuk memajukan dan mensejahterakan petani. "Ini sesuai cita-cita Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo," kata Fisky.

Adapun kegiatan IPDMIP Kabupaten Pesawaran meliputi enam kecamatan, yakni Unduh Pidada, Marga Punduh, Padang Cermin, Way Khilau, Kedondong, Way Lima.

TAGS : Pertanian Modern IPDMIP Provinsi Lampung Sekolah Lapang




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :