Poffertjes, salah satu kudapan klasik di Toko Oen (Foto: Eka Pramita)
Semarang - Siapa lagi yang akan menguri-uri warisan bersejarah kalau bukan kita para generasinya. Selain tentu saja tetap menjaga kelestariannya tapi juga bangga dengan nilai-nilai sejarah.
Agaknya semangat itulah yang diusung oleh Toko Oen. Toko dengan bangunan tua nan klasik ini sudah ada sejak tahun 1912. Tidak hanya varian kuliner yang beraneka ragam dari zamannya tetapi juga piranti dan toples yang dipakai masih menggunakan model lama.Ketika kita membuka derit pintu masuk, pandangan mata kita langung dimanjakan oleh furnitur eklektik, belum lagi diiringi musik-musik instrumen lawas, menambah nuansa masa lalu yang kerap kita impikan atau bahkan orangtua kita kerap dirindukan.Ada pula European food: saus champignon, bistik sapi, mixed grill, cordon bleu, bistik lidah, kakap ala meuniere, bistik udang. Garlic toast, BBQ chicken, BBQ mixed grille, imported steak Australia. Chicken soup, cap jay, cream soup, sup buntut. Snack terdiri Kroket, risoles, lumpia goreng, bitterballen, calamari fritti.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Toko Oen Kuliner Semarang


























