Gedung KPK
Jakarta - Indonesia Resources Studies (IRESS) menduga ada kongkalikong dalam kenaikan harga jual gas bumi yang dijual ConocoPhillips Indonesia Grissik Ltd (COPI) kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di wilayah Batam, Kepulauan Riau.
Keputusan penaikan harga gas COPI ditenggarai sarat akan lobi-lobi lantaran keputusan tersebut diambil tak lama setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menemui jajaran petinggi COPI di Amerika Serikat akhir Juli 2017.Demikian disampaikan Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara. IRESS pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan menelusuri dugaan tersebut.Menilik surat bernomor 5882/12/MEM.M/2017 yang diteken 31 Juli 2017, COPI diperbolehkan menaikan harga jual gas dengan volume 27,27–50 billion british thermal unit per day (BBTUD), dari USD2,6 per million metric british thermal unit (MMBTU) menjadi USD3,5 per MMBTU.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Harga Gas KPK




























