Petugas Laboratorium Forensik Polri saat mengumpulkan barang yang tercecer di lokasi ledakan bom di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. (Jurnas.com/Rusman)
Jakarta - Aksi terorisme baru saja menghantam Indonesia, Rabu (25/5/2017). Halte Transjakarta di Kampung Melayu dibom dua pengikut ISIS yang mengakibatkan tiga anggota polisi tewas dan puluhan orang cedera. Ironisnya, teror ini hanya berselang tiga hari dari bulan Ramadan 1428 H.
Meski efeknya tidak terlalu besar, teror bom Kampung Melayu tetap menimbulkan kekhawatiran terkait aksi biadab terorisme yang mungkin dilakukan di bulan Ramadan ini.Pengamat intelijen Prayitno Ramelan mengungkapkan ada tiga unsur yang mendasari teror tersebut. Pertama mereka tetap menjadikan polisi sebagai sasaran. Kedua serangan itu, mereka menempatkan diri sebagai instrumen yang melakukan balas dendam karena banyak teman mereka telah jadi korban dan ditangkap di kasus Cicendo, Purwakarta, dan Tuban. Dan ketiga mereka ingin menunjukkan eksistensinya kepada sel-sel terorisme lainnya di Indonesia dan di luar negeri. "Ini orang-orang Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang memiliki hubungan dengan Aman Abdurrahman dan Bahrun Naim di Suriah. Dengan aksi ini mereka ingin menunjukkan bahwa mereka masih ada dan mungkin saja untuk menimbulkan ketakutan jelang bulan Ramadan," kata Prayitno melalui rilis yang dikirimkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT)Baca juga :
China Janji Dukung Kuba Hadapi Penindasan AS
China Janji Dukung Kuba Hadapi Penindasan AS
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ledakan Kampung Melayu Bom ISIS

















