Jum'at, 23/10/2026 13:48 WIB

September 2026, Uang Beredar Tembus Rp10.587 Triliun





Peningkatan M2 pada September 2026 dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus), aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit

Mata Uang Rupiah pecahan seratus ribu. (Illustrasi-Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Hingga September 2026, Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.587,9 triliun.

Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau melanjutkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 8,2 persen yoy.

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uangberedar sempit (M1) sebesar 9,0 persen yoy dan uang kuasi sebesar 7,3 persen yoy,” tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (23/10/2026).

Peningkatan M2 pada September 2026 dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus), aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 24,4 persen (yoy), setelah mengalami kontraksi sebesar 7,0 persen (yoy) pada Agustus 2026.

Aktiva luar negeri bersih pada September 2026 tumbuh sebesar 1,0 persen (yoy), setelah mengalami kontraksi pada Agustus 2026 sebesar 6,6 persen (yoy).

Demikian pula, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,7 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen (yoy).

Adapun Uang Primer (M0)  adjusted pada September 2026 tumbuh 9,3 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 16,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.353,1 triliun.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,8 persen (yoy) dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 3,9 persen (yoy).

KEYWORD :

Bank Indonesia Uang Beredar September 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :