Ilustrasi peta Selat Hormuz (Foto: Aljazeera)
New York, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa Teheran telah menyampaikan proposal konkret kepada Amerika Serikat, untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi navigasi maritim dalam kurun waktu tujuh hari setelah kesepakatan dicapai.
Pengumuman tersebut disampaikan Araghchi di Markas Besar PBB usai menggelar pertemuan dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, pada Selasa lalu. Proposal perdamaian tersebut disalurkan melalui perantara pemerintah Qatar.
"Iran telah menyampaikan rencana konkret tujuh hari kepada Amerika Serikat melalui Qatar. Jika syarat-syarat yang diperlukan dipenuhi, selat tersebut dapat dibuka kembali dan perlintasan laut normal dapat dipulihkan dalam tujuh hari," ujar Araghchi dikutip dari Arab News pada Sabtu (26/9).
Dia menegaskan bahwa keputusan kini berada di tangan Washington, dan menekankan bahwa Iran tidak akan menerima ancaman atau mengorbankan hak kedaulatannya di bawah tekanan.
Berdasarkan sejumlah laporan media, proposal tujuh hari tersebut menuntut penghentian seluruh permusuhan di kawasan Timur Tengah, termasuk di Lebanon dan Yaman, sebagaimana ditegaskan oleh juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hossein Mohebi.
Selain itu, Iran menuntut pencairan aset-asetnya yang dibekukan dengan estimasi senilai minimal USD$12 miliar, pencabutan sanksi atas ekspor minyak Iran, serta penghentian blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di bawah skenario rencana tersebut, Iran baru akan membuka kembali Selat Hormuz secara penuh pada hari ketujuh pelaksanaan gencatan senjata.
Menlu Iran Temui Utusan AS, Apa yang Dibahas?
Langkah diplomasi terbaru ini memuat dorongan baru setelah kesepakatan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada Juni lalu batal di tengah jalan.
Pembatalan terjadi usai Iran menembaki kapal-kapal komersial di Selat Hormuz yang dituduh menyimpang dari rute resmi, di saat Teheran mewajibkan setiap kapal memperoleh izin melintas demi alasan keamanan dan kedaulatan wilayah.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Abbas Araghchi Blokade Selat Hormuz Perang AS vs Iran Gencatan Senjata Iran








