Ilustrasi suami istri tidur berpelukan sebagai bentuk keharmonisan (Foto: Doknet)
Brisbane, Jurnas.com - Pasangan suami istri kerap memiliki persepsi yang berbeda terkait pembagian beban kerja rumah tangga. Ketidakselarasan sudut pandang ini tidak hanya memicu perdebatan mengenai siapa yang bekerja lebih banyak, melainkan pula berhubungan erat dengan tingkat kepuasan serta kualitas hubungan secara keseluruhan.
Studi yang dipimpin oleh Dr. Sarah P. Coundouris dan Julie D. Henry dari Universitas Queensland menganalisis 235 pasangan heteroseksual di Inggris. Penelitian ini membagi beban rumah tangga menjadi tiga kategori utama, yaitu beban fisik, beban kognitif, dan beban emosional.
"Pekerjaan rumah tangga melibatkan jauh lebih banyak hal daripada sekadar tugas-tugas fisik. Proses berpikir, merencanakan, mengatur jadwal, mengantisipasi, dan memberikan perhatian yang dibutuhkan bisa jadi lebih sulit untuk terlihat dan diakui," ujar Dr. Sarah P. Coundouris sebagaimana dikutip dari Earth.
Bolehkah Istri Mengambil Uang Suami Tanpa Izin?
Hasil survei yang diterbitkan di jurnal ilmiah Scientific Reports ini menunjukkan bahwa kaum perempuan menanggung porsi lebih besar pada ketiga jenis beban tersebut.
Perempuan mengelola 55 persen beban fisik, 65 persen beban kognitif, dan 58 persen beban emosional. Sebaliknya, pria memperkirakan kontribusi mereka berada di angka 47 persen untuk beban fisik, 42 persen untuk beban kognitif, dan 44 persen untuk beban emosional.
Jurang perbedaan pandangan terbesar antara pria dan wanita ditemukan pada beban kognitif yang mencapai selisih hampir 24 persen. Beban kognitif mencakup aktivitas mental yang tak terlihat seperti merencanakan menu makanan, mengelola jadwal janji temu, hingga mengingat kebutuhan belanja harian.
Perbedaan penilaian terkait pembagian beban fisik dan emosional terbukti berkorelasi dengan menurunnya kualitas hubungan pada kedua belah pihak, dengan dampak yang jauh lebih kuat dialami oleh wanita. Sementara itu, ketidaksepakatan mengenai pembagian beban kognitif secara khusus berhubungan dengan penurunan kepuasan hubungan pada pria.
"Temuan ini menunjukkan bahwa dua orang dalam hubungan yang sama dapat mengalami dan menginterpretasikan pembagian tanggung jawab rumah tangga secara sangat berbeda, dan perbedaan ini berdampak pada kualitas hubungan," kata Coundouris.
Peneliti menegaskan bahwa rasa keadilan tidak selalu berarti pembagian tugas yang sama rata 50 berbanding 50. Pasangan tetap dapat menganggap pembagian kerja secara tidak seimbang sebagai hal yang adil setelah mempertimbangkan tanggung jawab lain di luar rumah.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Beban Kerja Rumah Tangga Pasangan Suami Istri Studi Pernikahan















