Senin, 24/08/2026 10:11 WIB

3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla, Menkes Imbau Warga Pakai Masker





Menkes Budi mengatakan salah satu ancaman utama dari asap karhutla adalah partikel halus PM2,5

Masker (Foto: Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat terdapat sekitar 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan perlindungan diri. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat segera menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan partikel halus dalam asap karhutla, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Data Kementerian Kesehatan hingga 21 Agustus 2026 mencatat karhutla telah menyebar di 87 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi. Wilayah tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Menkes Budi mengatakan salah satu ancaman utama dari asap karhutla adalah partikel halus PM2,5. Partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer tersebut dapat terhirup hingga bagian dalam paru-paru.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Menkes Budi dalam keterangan resmi dikutip Senin (24/8).

Paparan PM2,5 dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, batuk hingga sesak napas. Paparan asap juga dapat memperburuk kondisi orang yang sebelumnya memiliki penyakit paru, termasuk masyarakat dengan riwayat asma.

Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dianjurkan pemerintah ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap sedang pekat.

Selain itu, warga dianjurkan memantau indeks kualitas udara secara berkala melalui aplikasi atau layanan resmi. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Kemenkes memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap karhutla. Kelompok tersebut antara lain anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.

Paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan kelompok tersebut.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama berada di wilayah terdampak asap.

Warga yang mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat diimbau segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Langkah tersebut diperlukan agar gangguan kesehatan dapat ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Dengan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah hingga Senin, 24 Agustus 2026, masyarakat di daerah terdampak diminta tetap waspada terhadap kualitas udara dan mengurangi paparan asap sebisa mungkin.

KEYWORD :

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Asap Karhutla Penggunaan Masker




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :