Presiden AS Donald Trump (Foto: Dennis Schneidler-Imagn/Reuters)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran belum siap untuk membuat kesepakatan yang tepat. Pernyataan ini disampaikan saat Washington bersiap mengumumkan sanksi ekonomi berskala besar yang dirancang untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran, seiring konflik bersenjata yang hampir memasuki bulan keenam.
"Kami memiliki kendali penuh atas seluruh wilayah yang berkaitan dengan Selat Hormuz, dan itu mencakup area daratannya. Jadi, mereka ingin sekali membuat kesepakatan, tetapi menurut pendapat saya, mereka belum siap untuk membuat kesepakatan yang tepat," kata Trump dikutip dari Arab News pada Sabtu (22/8).
Pernyataan Trump muncul bertepatan dengan pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang menyatakan bahwa Washington akan merinci hukuman finansial baru terhadap Iran. Sebelumnya, Trump memperingatkan konsekuensi ekonomi bagi negara manapun yang memberikan bentuk bantuan apapun kepada Teheran.
Pihak Iran merespons ancaman tersebut dengan nada menantang. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan bahwa setiap ancaman baru dari AS akan memicu balasan yang luas dan menghancurkan.
"Dengan kesiapan di darat, laut, udara, pertahanan udara, dan ruang siber, angkatan bersenjata Iran akan merespons ancaman baru musuh dengan balasan yang menghantam, menghukum, dan menghancurkan," tegas Abdollahi seperti dikutip media Iran.
Bessent menyampaikan kepada wartawan bahwa Washington tengah menyiapkan sanksi terberat dalam sejarah, dan menambahkan bahwa pihak AS bermaksud melumpuhkan rezim tersebut.
Diketahui, para pemimpin Iran berusaha memproyeksikan optimisme di tengah tekanan terhadap perekonomian yang terpukul oleh sanksi berdekade-dekade, inflasi tinggi, penurunan nilai mata uang, keterbatasan energi, serta kerusakan infrastruktur.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, yang bertindak sebagai negosiator utama Iran, menilai AS mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa menang melalui konfrontasi militer langsung.
Namun, dia juga mengakui tekanan ekonomi yang dihadapi, menyatakan bahwa Iran tidak dapat bertahan hanya dengan kekuatan militer jika rakyatnya menghadapi kelaparan dan kekurangan pertumbuhan ekonomi.
Konflik yang meluas ini telah menewaskan ribuan orang dan menyeret negara-negara Teluk ke dalam pertempuran. Meski serangan AS melemahkan kekuatan konvensional Iran, Teheran masih memiliki kemampuan rudal dan nirawak yang signifikan untuk mengancam kawasan serta mengganggu lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Konflik Timur Tengah Sanksi Baru Iran Blokade Selat Hormuz Perang Ekonomi Trump


























