Jum'at, 21/08/2026 21:11 WIB

Tahun 2025, Laba Bersih Ciputra Life Rp99,3 Miliar





Premi pada Semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar, meningkat 53% dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari kiri ke kanan: Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto, Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso, dan Direktur Ciputra Life Then Henry Marten. Foto: jurnas.com

JAKARTA, Jurnas.com - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan laba bersih tahun 2025 setelah audit sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, mencapai Rp99,3 miliar. Tumbuh 95% dibandingkan Rp51,0 miliar pada 2024. Laba komprehensif tercatat sebesar Rp122,3 miliar, meningkat 126% dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Posisi keuangan perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada akhir 2025, total aset mencapai Rp1,3 triliun dan total investasi mencapai Rp1,1 triliun, keduanya telah menembus Rp1 triliun.

Sementara itu, total ekuitas mencapai Rp312,3 miliar, menembus Rp300 miliar. Dibandingkan akhir 2024, total aset tumbuh 29%, investasi 30%, dan ekuitas 64%.

Dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada pada level 315%, di atas tingkat minimum yang dipersyaratkan regulator.

“Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan laba, aset, investasi, dan ekuitas berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent,” ujar Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Hengky juga menyampaikan, sepanjang Semester I 2026, di tengah tantangan kondisi ekonomi dan geopolitik global, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan premi yang positif.

“Berdasarkan laporan publikasi berkala perusahaan, premi pada Semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar, meningkat 53% dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Hengky.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut didukung oleh pertumbuhan premi Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution, serta peningkatan kerja sama dengan seluruh mitra bisnis baik mitra bisnis existing maupun mitra bisnis baru.

“Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas,” jelas Hengky.

Hengky menjelaskan, AJK tetap menjadi salah satu bisnis inti Ciputra Life. Perusahaan terus mengembangkan portofolio AJK yang mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

“Pengembangan bisnis dilakukan melalui kerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis, baik perbankan maupun lembaga keuangan non-bank.” Ujarnya.

Selain AJK, lini Corporate Solution, termasuk solusi asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024, juga terus menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

 

Pembayaran Klaim dan Manfaat kepada Nasabah

Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah pada Semester I 2026 mencapai Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp56,7 miliar.

“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky.

 

Implementasi PSAK 117

Di tempat yang sama, Direktur Ciputra Life, Then Henry Marten menyampaikan,  perusahaan telah menyelesaikan implementasi PSAK 117 dan menerapkannya dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2025.

“Laporan keuangan tersebut telah selesai diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian, disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, dan dipublikasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Henry.

Henry mengatakan, PSAK 117 membawa perubahan mendasar dalam pengukuran, pengakuan dan penyajian kontrak asuransi.

“Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah premi yang diterima tidak lagi langsung disajikan sebagai pendapatan bagi perusahaan. Pendapatan bagi perusahaan asuransi kini diakui seiring perusahaan memberikan jasa asuransi kepada nasabah,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan PSAK 117 tidak mengubah ekonomi dasar maupun arus kas bisnis perusahaan, tetapi mengubah cara pengukuran serta waktu pengakuan laba dan ekuitas dalam laporan keuangan.

“Implementasi PSAK 117 menjadi bagian dari upaya Ciputra Life untuk terus meningkatkan kualitas, transparansi dan konsistensi pelaporan keuangan perusahaan,” tutur Henry.

 

Raih 16 Penghargaan Sepanjang 2025

Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menyampaikan, sepanjang 2025, Ciputra Life memperoleh 16 penghargaan dari berbagai institusi independen yang mencakup aspek kinerja perusahaan, strategi investasi, manajemen risiko, kualitas layanan, reputasi perusahaan hingga kepemimpinan manajemen.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mitra bisnis, pemegang saham, regulator serta kepercayaan lebih dari 500.000 nasabah Ciputra Life,” kata Listianawati.

“Selain itu, sejak 1 Juli 2026 Ciputra Life resmi beroperasi dari kantor pusat baru di Office Tower @Ciputra World 2 Jakarta, Lantai 28, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 11, Jakarta Selatan.

“Perpindahan kantor pusat ini diharapkan semakin mendukung efektivitas operasional dan kolaborasi seluruh tim sehingga Ciputra Life dapat terus memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah dan mitra bisnis,” tutup Listianawati.

KEYWORD :

Ciputra Life Hengky Djojosantoso Laba bersih




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :