Selasa, 11/08/2026 16:13 WIB

Studi Temukan Berkurangnya Tutupan Pohon Berkaitan dengan Risiko Kematian





Studi terbaru di Chicago menemukan bahwa berkurangnya tutupan pohon berkaitan dengan meningkatnya angka kematian, terutama di wilayah yang lebih panas

Pohon rubuh di kawasan perkotaan

Jakarta, Jurnas.com - Kehilangan tutupan pohon di kawasan perkotaan bukan hanya mengubah wajah lingkungan. Studi terbaru di Chicago menemukan bahwa berkurangnya tutupan pohon berkaitan dengan meningkatnya angka kematian, terutama di wilayah yang lebih panas.

Penelitian yang dilakukan tim dari Northwestern University tersebut menganalisis perubahan tutupan pohon dan data kematian di seluruh wilayah sensus Chicago selama 11 tahun, dari 2011 hingga 2021.

Dikutip dari Earth, hasilnya menunjukkan pola yang konsisten. Ketika tutupan pohon berkurang dari tahun ke tahun, angka kematian meningkat.

Sebaliknya, peningkatan tutupan pohon berkaitan dengan penurunan kematian akibat penyakit jantung, penyakit paru-paru, sejumlah gangguan tulang dan sendi, serta penyakit yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Daniel Horton, profesor madya di Northwestern University sekaligus penulis senior penelitian, mengatakan penelitian sebelumnya lebih banyak melihat hubungan antara tutupan pohon dan kesehatan dalam satu periode tertentu.

“Studi snapshot seperti itu melihat angka kematian dan tutupan pohon pada satu titik waktu. Namun, kota dan tutupan pohonnya terus berubah, sehingga kami melihat bagaimana tutupan pohon dan angka kematian berubah dari tahun ke tahun,” kata Horton.

“Kami menemukan bahwa ketika tutupan pohon berkurang, angka kematian meningkat,” kata Horton lagi.

Para peneliti menggabungkan data tutupan pohon yang diperoleh melalui satelit setiap tahun dengan catatan kematian dari Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois dan Chicago.

Analisis menunjukkan adanya perbedaan mencolok antarwilayah. Kawasan di sisi selatan dan barat Chicago cenderung lebih panas, mengalami kehilangan tutupan pohon yang lebih besar, serta memiliki angka kematian lebih tinggi.

Sebaliknya, kawasan di dekat Danau Michigan cenderung lebih sejuk dan memiliki angka kematian lebih rendah. Wilayah yang berdekatan dengan Forest Preserves, dengan tutupan pohon yang lebih luas, juga menunjukkan angka kematian yang relatif lebih rendah.

Harrison Garcia, penulis utama penelitian dan mahasiswa kedokteran di Northwestern Feinberg School of Medicine, mengatakan pengamatannya terhadap perbedaan lingkungan di Chicago menjadi salah satu pemicu penelitian tersebut.

Ia melihat berjalan kaki di kawasan dengan sedikit tutupan pohon terasa jauh lebih melelahkan dibandingkan lingkungan yang dipenuhi pohon dewasa.

Peneliti menekankan bahwa menanam pohon baru tidak serta-merta menggantikan manfaat pohon yang sudah berusia puluhan tahun.

Pohon muda membutuhkan waktu untuk membentuk kanopi yang cukup lebar untuk memberikan keteduhan dan membantu mendinginkan lingkungan. Sebaliknya, hilangnya pohon dewasa akibat penyakit, badai, atau pembangunan dapat menghilangkan manfaat tersebut dalam waktu singkat.

Raed Mansour, salah satu penulis penelitian, mengatakan kota perlu mempertahankan pohon yang sudah ada sekaligus memperluas tutupan pohon di kawasan yang paling membutuhkan.

Upaya itu mencakup perlindungan terhadap pohon dewasa, perawatan pohon yang ada, penanaman kembali setelah pohon ditebang, serta investasi agar pohon yang ditanam dapat bertahan dalam jangka panjang.

Peneliti kemudian membuat simulasi untuk melihat dampak jika tutupan pohon Chicago meningkat sekitar 0,03 persen setiap tahun.

Angka tersebut setara dengan penanaman sekitar 14.000 pohon setiap tahun di seluruh kota. Berdasarkan pemodelan, peningkatan tersebut diperkirakan berkaitan dengan sekitar 105 kematian lebih sedikit setiap tahun.

Manfaat terbesar diperkirakan terjadi di kawasan sisi selatan dan barat Chicago yang saat ini menghadapi suhu lebih tinggi serta kehilangan tutupan pohon lebih cepat.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan hasil pemodelan. Belum ada pengujian langsung yang membuktikan bahwa penanaman 14.000 pohon per tahun di kawasan terpanas Chicago benar-benar akan mencegah jumlah kematian seperti yang diperkirakan model.

Menurut peneliti, manfaat pohon perkotaan tidak berhenti pada keteduhan. Pohon juga dapat membantu menyaring polutan udara, mengurangi stres dan kecemasan, menurunkan tekanan darah, mendorong aktivitas berjalan kaki, memperkuat interaksi sosial, serta mendukung keanekaragaman hayati.

Karena itu, peneliti menilai tutupan pohon seharusnya tidak hanya dipandang sebagai elemen estetika kota, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur kesehatan masyarakat. (*)

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal GeoHealth.

Sumber: Earth

KEYWORD :

Tutupan Pohon Manfaat Pohon Penebangan Pohon Risiko Kematian Kawasan Perkotaan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :