Selasa, 14/07/2026 16:13 WIB

InJourney Airports Perkuat Konektivitas ASEAN-China





Para delegasi diajak melakukan airport visit ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)

ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) ke-17 di Yogyakarta, 7-9 Juli 2026. Foto: api/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports terus memperkuat konektivitas udara Indonesia, termasuk kawasan ASEAN dan China.

Hal itu mengemuka dalam ASEAN - China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) ke-17 yang digelar 7-9 Juli 2026 di Yogyakarta.

“Forum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk secara langsung menyampaikan keunggulan bandara untuk mendukung penguatan konektivitas udara ASEAN - China. Langkah ini juga menjadi upaya kami dalam mengoptimalkan bandara-bandara InJourney Airports,” ujar Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi melalui keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan itu dihadiri oleh 61 delegasi dari negara-negara anggota, kemudian 127 perwakilan maskapai penerbangan, pengelola bandara, perusahaan manufaktur dan perawatan pesawat, serta asosiasi penerbangan di ASEAN dan China.

Para delegasi diajak melakukan airport visit ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada 8 Juli 2026 dilanjutkan dengan kunjungan ke Candi Borobudur pada 9 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata unggulan Yogyakarta.

Penumpang pesawat asal China dengan tujuan ke Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 1,7 juta orang, yang tiba melalui penerbangan langsung (direct) maupun tidak langsung melalui negara lain (indirect).

 

Terus Bertumbuh

Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y. Setiady mengatakan penguatan konektivitas ASEAN-China menjadi salah satu fokus utama InJourney Airports dalam forum ACWG-RASA, sejalan dengan tren permintaan penerbangan dari dan menuju China yang terus meningkat ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Konektivitas internasional bandara-bandara di Indonesia hingga Desember 2025 telah mencapai 40,9 juta penumpang dari 230 negara, dengan tingkat pemulihan atau recovery rate mencapai 110 persen dibandingkan masa sebelum pandemi. Pasar Asia berkontribusi 67 persen dari total tersebut, dan China menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini,” ujar Veri Y. Setiady.

Ia menambahkan, permintaan penerbangan dari China ke Indonesia kini tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali. Berdasarkan data lalu lintas penumpang tidak langsung (indirect) sepanjang 2025, wilayah Jawa mencatatkan sekitar 992 ribu penumpang, disusul Bali-Nusa Tenggara sekitar 525 ribu penumpang, dan Sumatra sekitar 169 ribu penumpang, sementara Kalimantan, Sulawesi, dan Papua turut menunjukkan pertumbuhan permintaan yang meski lebih kecil, namun konsisten.

Melalui forum ACWG-RASA, InJourney Airports turut mempromosikan 6 bandara yakni Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Internasional Minangkabau Padang, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Keenam bandara ini juga terhubung dengan jaringan bandara lain di sekitarnya, termasuk Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Timika, Jayapura, Kupang, dan Labuan Bajo, sehingga potensi penguatan konektivitas dapat menjangkau kawasan yang lebih luas.

KEYWORD :

InJourney Airports Mohammad R Pahlevi ASEAN China




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :