Minggu, 05/07/2026 02:04 WIB

Reza Pahlavi Kecam Pemakaman "Diktator yang Telah Wafat" Khamenei





Mantan putra mahkota Iran berbicara kepada para pejabat asing yang melakukan perjalanan ke Teheran untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Ali Khamenei

Pejabat Iran dan asing berjalan melewati peti jenazah mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Grand Mosalla di Teheran pada Jumat (3/7/2026) (AFP/ATTA KENARE)

Jakarta, Jurnas.com - Mantan putra mahkota Iran yang berada di pengasingan telah berbicara kepada para pejabat asing yang melakukan perjalanan ke Teheran untuk memberikan penghormatan kepada Khamenei, menyebutnya sebagai "diktator yang telah wafat" yang tidak ditangisi oleh rakyat.

"Iran sedang berduka atas lebih dari 40.000 putra dan putri yang dibantai pada tanggal 8 dan 9 Januari oleh Khamenei, Ghalibaf, dan mesin penindas mereka," kata Pahlavi di platform X, merujuk pada protes terkait tuntutan ekonomi yang ditekan secara keras dan penuh kekerasan.

"Rezim ini menghabiskan kekayaan rakyat Iran dalam jumlah besar untuk menggelar pertunjukan propaganda ini, padahal tidak ada satu pun pemimpin demokratis yang hadir," tambahnya.

"Apa yang Anda lihat hari ini bukanlah sebuah bangsa yang berduka untuk penguasanya. Ini adalah sebuah bangsa yang dipenuhi dengan kemarahan yang adil, dan kemarahan serta keberanian yang heroik itu akan meruntuhkan apa yang tersisa dari rezim kriminal ini."

KEYWORD :

Ali Khamenei Reza Pahlavi Perang Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :