Ilustrasi seseorang menunaikan salat (Foto: Unsplash/Imad Alassiry)
Jakarta, Jurnas.com - Shalat merupakan tiang agama sekaligus sarana utama bagi seorang Muslim untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.
Di tengah hiruk-pikuk kesibukan duniawi dan derasnya arus informasi digital hari ini, menjaga pikiran agar tetap fokus, tenang, dan terhindar dari berbagai gangguan saat shalat (khusyuk) sering kali menjadi tantangan batin terbesar bagi banyak orang.
Khusyuk bukanlah sekadar gerakan fisik yang tampak tenang dan lambat, melainkan hadirnya hati secara utuh, kesadaran pikiran, serta kepasrahan total kepada Sang Pencipta sepanjang ibadah berlangsung.
Berdasarkan tuntunan fikih munakahat ibadah dan nasihat dari para ulama terdahulu, berikut adalah ini langkah praktis yang dapat kita latih untuk mencapai kekhusyukan dalam shalat:
1. Memahami Makna Bacaan yang Dilafalkan
Salah satu penyebab utama pikiran melantur ke urusan dunia saat shalat adalah karena lisan membaca ayat atau doa tanpa disertai pemahaman makna.
Berusaha mempelajari dan mengerti arti dari setiap surat Al-Qur`an, bacaan rukuk, sujud, hingga tahiyyat akan memaksa pikiran kita tetap tertuju pada substansi dialog antara hamba dan Penciptanya.
2. Menyempurnakan Wudhu Sejak Awal
Kekhusyukan shalat tidak dimulai saat kita mengucapkan takbiratul ihram, melainkan sejak kita membasuh anggota badan di tempat wudhu. Basuhlah setiap bagian tubuh secara sempurna, tertib, dan hindari sikap tergesa-gesa.
Kesucian fisik dan ketenangan yang diraih melalui proses wudhu yang benar merupakan fondasi awal yang krusial untuk menenangkan gejolak batin.
3. Menyingkirkan Segala Bentuk Distraksi Duniawi
Sebelum menggelar sajadah, pastikan lingkungan sekitar Anda mendukung ketenangan ibadah. Matikan atau senyapkan (silent) perangkat gawai Anda agar tidak ada dering notifikasi yang memecah konsentrasi.
Selain itu, pilihlah tempat shalat yang bersih, minim dekorasi visual yang mencolok, serta kenakan pakaian terbaik yang nyaman agar fisik tidak terganggu oleh rasa gerah atau gatal.
4. Menganggapnya sebagai Shalat Terakhir
Mengingat kematian di dalam shalat adalah obat paling mujarab untuk meruntuhkan keangkuhan duniawi dalam pikiran.
Ketika kita menanamkan kesadaran bahwa mungkin saja ini adalah kesempatan terakhir kita bersujud di dunia, maka raga dan jiwa secara otomatis akan memberikan penghormatan dan penghambaan yang paling maksimal.
Pesan Rasulullah SAW:
"Salatlah engkau seperti shalatnya orang yang hendak berpamitan (akan meninggal dunia), janganlah engkau mengucapkan suatu perkataan yang kelak engkau harus meminta maaf karenanya, dan kumpulkanlah rasa putus asa terhadap apa yang ada di tangan orang lain." (HR. Ibnu Majah no. 4169).
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Salat Khusyuk Ibadah Salat Tips Salat Khusyuk

















